Halaman

Senin, 02 Juli 2012

Kecerdasan Logika Tinggi Vs Logika Kurang

Individu yang memiliki kecerdasan logika tinggi cenderung memiliki ciri-ciri : mudah menerima informasi/pembelajaran baru, butuh waktu yang singkat untuk memahami persoalan, mampu untuk berpikir secara strategi, mampu memecahkan suatu permasalahan dengan dengan alternatif yang telah ditimbang dengan baik. Dengan mengetahui kemampuan individu maka akan lebih mudah dalam memilih metode pembelajaran.

Individu dengan kecerdasan ini tergolong memiliki kemampuan yang cepat dalam menyerap informasi baru. Ia mampu untuk melakukan modifikasi terhadap apa yang telah diterimanya sehingga hal tersebut menjadi suatu hal yang baru dan memiliki nilai yang lebih tinggi. Dengan kemampuannya tersebut terkadang individu dengan kecerdasan ini cenderung untuk meremehkan pelajaran/informasi yang diterimanya, ia cenderung beranggapan bahwa hal tersebut adalah mudah.

Seorang individu dengan kecerdasan logika pada level 1 – 4 akan lebih cepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan kemampuan analisa. Individu tersebut dengan sedikit contoh dan penjelasan akan mampu untuk menuangkannya menjadi suatu program / hasil kerja yang nyata.
Lainnya halnya apabila individu memiliki level kecerdasan logika 5 – 7. Individu ini dalam mengerjakan suatu hal yang baru membutuhkan instruksi dan pengalaman yang berulang. Diharapkan dari instruksi dan pengalaman yang berulang tersebut bisa membuat individu memahami dengan cepat. Individu dengan level kecerdasan tersebut apabila menghadapi suatu permasalahan yang sedikit memiliki perbedaan cenderung akan kebingungan untuk memahaminya sehingga baik bagi individu untuk memperkaya informasinya, baik melalui pengalaman ataupun melalui buku-buku yang dibacanya (pengakuan beberapa orang klien pada saat konsultasi)

Melalui fingerprint test dapat diketahui peringkat kecerdasan ini, yang berguna dalam memilih metode belajar yang tepat bagi anak. Berguna pula bagi individu dalam mempersiapkan apa yang akan dilakukannya sehingga hasilnya menjadi lebih optimal. Dengan mengenali potensi kecerdasan akan memudahkan setiap individu untuk berkreasi dan berkembang.

Salam Sukses Selalu
Olsa Desiastu, S.Psi.
Senior Konsultan Smart Business Solution

Senin, 04 Juni 2012

Cerita seorang guru


Seorang pengajar (kls 2 SD) datang dan bercerita pada kami, bahwa ia memiliki seorang murid laki-laki yang menurut dia si murid adalah anak yang sangat sulit untuk menerima pelajaran. Pada saat pelajaran berlangsung murid tersebut hanya mampu duduk diam beberapa menit saja dan selanjutnya ia akan berjalan-jalan namun tidak mengganggu temannya namun secara tidak langsung hal tersebut mempengaruhi keadaan kelas. Ia juga sering tidak mau menyiapkan perlengkapan untuk belajarnya, apabila di tanyakan apakah ia membawa perlengkapan belajar selalu jawabannya adalah “ga tau mama tuch”, dan kemudian teman sekelasnya yang mencarikan buku maupun peralatan sekolahnya di dalam tas yang bersangkutan. Seringkali pengajar kesal dibuatnya, setiap ujian yang di berikan tidak pernah si murid mendapatkan nilai yang memuaskan.


Pengajar juga mengatakan bahwa waktu TK, individu adalah anak yang ringan tangan, seluruh teman sekelasnya tidak ada yang luput dari pukulannya. Namun setelah memasuki SD hal itu sudah berkurang.
Karena kesal yang sudah berujung akhirnya pengajar menerapkan sistem bahwa setiap hari semua murid akan diberi PR dan setiap jam pelajarannya semua murid di wajibkan untuk mengikuti ujian sebelum memulai pelajaran topik berikutnya. Hal ini terjadi berulang setiap hari dan hasil yang di dapat oleh individu tidaklah mengecewakan.

Dari sepenggal cerita pengajar tersebut, kalau di tinjau dari sisi fingerprint test ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi :


1. Bisa jadi individu memiliki kecerdasan logika yang tergolong rata-rata, ia membutuhkan latihan berulang dan waktu yang relatif lebih panjang untuk memahami hal baru. Agar ia menjadi cakap maka individu cenderung membutuhkan pengalaman dan latihan. Baik individu untuk mendapatkan tambahan pelajaran sehingga kemampuannya tersebut menjadi lebih optimal. Dapat juga individu untuk mengikuti kursus yang menerapkan sistem pengulangan seperti kumon dan les-les tambahan. Hal ini dibuktikan dengan hasil ulangan yang cukup memuaskan pada individu setelah sang penggajar memberikan tugas-tugas dan ujian sebelum menambah materi pelajaran.”sukses terlahir karena latihan yang tepat”.


2. Di tinjau dari ciri-ciri individu yang tidak bisa duduk lebih lama untuk memperhatikan pelajaran dalam kelas, senang berjalan-jalan dapat di tarik kesimpulan individu memiliki cara belajar sensori learner. Dengan gaya belajar seperti ini daya tahan individu untuk belajar dengan kondisi duduk diam sangat rendah sehingga ia cenderung akan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya. Baik bagi individu dalam belajar dengan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya sehingga apa yang dipelajarinya menjadi lebih optimal. Dengan tipe seperti ini individu akan lebih mudah memahami apa yang dipelajarinya dengan ikut merasakan atau melakukan hal tersebut. Misalkan untuk penghitungan panjang 1 meter + 2 meter + 1 meter jumlahnya adalah ....... Bagi individu akan lebih mudah apabila ia menggunakan alat bantu ukur (meteran / penggaris) dan melakukan pengukuran tersendiri.


3. Manakala individu adalah seorang audio learner maka ia cenderung lebih menyukai belajar dengan mendengarkan sehingga ia cenderung belajar dengan bersuara. Ciri-cirinya adalah apabila ia membaca atau menulis pasti ia akan menyuarakan apa yang dibacanya atau d tulisnya. Dengan telinganya mendengar ia akan mengoptimalkan kemampuanya dalam menyerap dan memahami apa yang dipelajari.


4. Manakala kita perhatikan bahwa individu memiliki kemauan yang kuat untuk mendapatkan sesuatu dengan ciri-ciri apabila kita memberikan janji ia akan mengejar hingga janji tersebut terpenuhi maka bagi individu dengan karakter demikian untuk mengajaknya belajar / bekerjasama akan lebih mudah dengan melakukan persetujuan / kesepakatan. Dengan kesepakatan yang dilakukan maka individu akan mempunyai kewajiban terhadap apa yang dikehendakinya.


Dengan mengetahui kelebihan individu maka kita akan lebih mudah dan waktu yang diperlukan akan cenderung lebih singkat untuk menjadikan individu lebih optimal. Melalui fingerprint test maka kita dapat mengetahui kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan dengan lebih cepat dan optimal.

Salam Sukses Selalu
Olsa Desiastu, S.Psi.
Senior Konsultan Smart Business Solution

Senin, 21 Mei 2012

Kecerdasan Imajinasi Vs Kecerdasan Logika




Seorang individu yang memiliki kecerdasan logika tinggi akan menghubungkan suatu kejadian dengan kejadian yang lain secara logikanya. Misalnya saja pada saat dalam perjalanan tersebar kertas berwarna kuning dengan jumlah yang cukup banyak. Individu dengan logika tinggi akan berpikir dengan tersebarnya kertas-kertas tersebut mengindikasikan telah terjadi sesuatu. Individu tipe ini akan mencari tahu apa penyebab hal itu terjadi dan apabila sudah mengetahuinya maka ia akan mencari tahu untuk apa itu dilakukan.
Sedangkan bagi individu yang memiliki kecerdasan imajinasi berpendapat lain, ia tidak akan melihat kaitan kejadian melainkan lebih pada sisi lainnya misalkan kehilangan benda. Dengan tersebarnya kertas-kertas kuning tersebut ia beranggapan bahwa bisa saja kertas-kertas itu merupakan hasil prakarya / kerajinan tangan seorang anak yang tercecer di jalanan. Bisa pula bahan untuk membuat suatu kerajinan sehingga apabila kertas-kertas tersebut tidak ada maka kerajinan tangan tidak dapat di buat. “ kasihan.....”

Dari kedua ilustrasi diatas di gambarkan bahwa setiap individu memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda sehingga dengan satu kejadian yang sama informasi yang diterima akan menjadi berbeda dan pendapat yang disampaikan juga pasti akan berbeda. Bayangkan apabila kita tidak memahami diri kita maupun orang lain maka hal kecil saja bisa menjadi suatu hal yang besar terkadang sampai memicu pertengkaran.
Alangkah indahnya apabila kita bisa saling memahami setiap diri individu sehingga dalam kehidupan akan tercipta damai. Dengan mengetahui hal tersebut sangat membantu kita untuk dapat menerima informasi atau pendapat orang lain.

Fingerprint test dapat mengetahui peringkat kecerdasan sehingga bermanfaat dalam melakukan sosialisasi di lingkungan. Bermanfaat juga untuk mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak kita agar dalam kehidupan kedepannya menjadi lebih baik dan optimal.

Salam Sukses Selalu
Olsa Desiastu, S.Psi.
Senior Konsultan Smart Business Solution

Rabu, 09 Mei 2012

Memahami Learning Style

Anak : Ma....tadi aku d marahi pak guru
Ibu : lho kenapa nak
Anak : Iya, ma td pak guru tanya, shof sholat di bagian mana yang punya pahala lebih besar.
Ibu : oh..trus adik jawab apa?
Anak : Ya terserah dimana aja kan sama aja yang penting sholat
Ibu : Adik jawab seperti itu. (Dengan kebingungan)
Anak : Iya dong...

Dari percakapan diatas, ibu tersebut datang kepada kami dan menyampaikan kebingungannya. Beliau tidak bisa menjelaskan kepada putrinya, beliau sendiri merasa pendapat putrinya ada benarnya juga tapi dia juga tidak bisamembenarkan pendapat putrinya. Ia tahu bahwa putrinya tidak mudah untuk diberikan penjelasan.

Setelah mendengar cerita si ibu maka kami mengajak beliau untuk melihat hasil dari tes fingerprint putrinya. Disana kami tunjukkan pada beliau bahwa;

1. Putrinya memiliki kecerdasan logika pada level 1 dan kecerdasan verbal pada level 2. Individu yang memiliki dua kecerdasan ini pada level tinggi tergolong individu yang mampu memahami sesuatu dengan cepat dan memiliki kemampuan logika yang baik sehingga ia tidak mudah untuk menerima penjelasan yang menurut logikanya tidak bisa diterima.

2. Kemudian kami mengajak ibu tersebut untuk melihat bagaimana gaya belajarnya, ternyata individu memiliki gaya belajar Enlightening. Dengan gaya belajar yang dimilikinya, dalam memahami sesuatu individu perlu di berikan beberapa contoh nyata yang terjadi dalam keseharian. Dengan contoh-contoh tersebut maka ia mampu menangkap apa makna yang terdapat dari hal yang disampaikan.

Si ibu juga menyampaikan bahwa kalau diberitahu putrinya tersebut pasti bilang “mama ini yach marah-marah terus”. Padahal si ibu tidak marah hanya suaranya sedikit keras.

Individu dengan tipe karakter seperti ini harus diberikan contoh yang banyak sehingga tidak menganggap 1 keadaan mewakili setiap keadaan. Contohnya suara keras = marah. Kita dapat berikan contoh misalkan ada seorang anak hendak menyebrang jalan, dia sudah melihat ke kanan-kiri dan keadaan jalan sepi maka menyebranglah dia, namun tiba-tiba ada mobil yang hendak lewat dengan kecepatan tinggi maka mama berteriak memanggil-manggil anak tersebut. Apakah itu mama marah?.
Atau bisa juga diberikan contoh bahwa orang yang tinggal di kota dan di tepi pantai kalau ngomong keras yang mana. Pasti lebih keras yang dipantai karena mereka bersaing dengan suara ombak.

Dengan contoh-contoh tersebut diharapkan bisa membuat anak menjadi lebih memahaminya.
Dengan memahami cara dan gaya belajar setiap individu secara cepat dan tepat sangat membantu orang tua dalam mengarahkan maupun menegur individu. Orang tua membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat sehingga memiliki banyak kesempatan untuk mengambangkan potensi yang ada.
Melalui fingerprint test mampu menggali dan mengembangkan potensi dasar setiap individu dengan waktu yang relatif lebih cepat dan hasil yang diharapkan menjadi lebih optimal.

Salam Sukses Selalu
Olsa Desiastu, S.Psi.
Senior Konsultan Smart Business Solution

Jumat, 27 Mei 2011

Optimasi Belajar dengan memperhatikan Gaya Belajar Anak

Seorang ibu datang kepada kami untuk melakukan konseling setelah mengikuti Tes Sidik Jari, ia mengeluhkan bahwa putranya sulit untuk diajari berhitung. Beliau menanyakan bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut, mengingat saat ini putranya sudah duduk di kelas 4 SD. Kamipun menanyakan pada beliau, selama ini bagaimana cara beliau dalam mengajari berhitung pada putranya. Si ibu mengatakan bahwa ia sering mengajak putranya untuk memejamkan mata dan kemudian si ibu memberikan tebakan dalam penjumlahan. Si ibu mengharapkan agar anaknya cepat dan tepat dalam menjawabnya, namun pada kenyataannya si anak malah membuka matanya dan melihat jarinya kemudian menghitung dengan menggunakan jarinya.

Berdasarkan dari hasil tes sidik jarinya, si anak memiliki learning style adalah audio learner, dimana dengan gaya belajar seperti ini individu yang bersangkutan akan lebih optimal apabila ia bersuara. Ciri-ciri dari individu yang audio learner adalah apabila ia belajar atau melakukan sesuatu ia cenderung akan bersuara sehingga telinganya mendengar.

Pada dasarnya setiap individu akan mengingat sesuatu dalam alam bawah sadarnya adalah berupa gambar sehingga apabila ia mendapatkan suatu informasi maka akan lebih banyak gambaran tersebut yang diingatnya. Begitu pula dengan cara berhitung, selama ini yang dialami oleh anak-anak adalah cara berhitung sesuai urutan yang ditunjukkan dengan jari sehingga apabila gambarannya tidak sama maka anak cenderung menjadi lambat dalam merespon. Oleh karena itu menghitung perlu dibedakan dengan membilang.

Beberapa cara dalam mengajarkan anak untuk berhitung :

1. Mengajarkan Berhitung vs Mengajarkan jumlah bilangan pada anak.
Berhitung memiliki urutan. Apabila anak diajarkan menghitung dengan jarinya maka ia cenderung menyelesaikan soal berhitunganya dengan menghitung berurutan. Cara ini akan menghambat anak dalam menyelesaikan persoalan berhitung yang diberikan. Mengajarkan anak memahami konsep jumlah bilangan akan mempercepat ia melakukan operasi perhitungan. Angka 2 tidak harus ditunjukkan dengan jari tengah tetapi jarinya ada 2.

Dengan cara ini anak akan dengan cepat memahami konsep penjumlahan. Begitu pula apabila kita hendak menunjukkan jumlah bilangan 2, 3, 4 dst. Kita dapat menggunakan kombinasi antara jari-jari kita baik tangan kiri maupun kanan sehingga gambaran yang tercipta pada alam bawah sadar anak adalah jumlah yang terlihat bukan gambar urutan jari yang dihitung.

Oleh karena itu pada pelajaran matematika diperlihatkan gambaran seperti topi yang berjumlah 5 buah ditambahkan dengan 2 topi sehingga anak mampu untuk menjawabnya dengan benar dan cepat. Terutama anak yang memiliki sidik jari berbentuk arch, dimana pengaruh faktor lingkungan atau apa yang dipelajarinya sangat berpengaruh terhadap cara ia menyelesaikan persoalan berhitung yang diberikan padanya.


2. Urutan belajar berhitung mempengaruhi kecepatan anak belajar berhitung.
Pada umumnya kita mengajarkan penjumlahan pada anak adalah mulai dari 1, 2, 3 hingga 10. Terkadang anak melakukan kesalahan dalam menjawabnya, apabila hal ini terjadi berulangkali maka si anak cenderung akan memiliki perasaan bahwa apa yang dijawabnya selalu salah hal ini akan mengakibatkan daya juang anak akan menurun. Hal ini akan berpengaruh pada kehidupannya dimasa yang akan datang.

Oleh karena itu, ajarkan pada anak menghitung dari angka 1, 2, 10, 9, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8. Dengan menerapkan cara seperti itu anak akan menjawab dengan benar dan akan merasa bisa untuk selanjutnya sehingga daya juangnnya akan terjaga. Apabila terjadi kesalahan yang kecil tidak akan membuat anak menjadi turun motivasi belajarnya dan menganggap dirinya tidak bisa.

Khusus untuk penjumlahan 9 dapat diajarkan jalan yang mudah seperti:
- 9 + 1 = 10 caranya adalah 1 – 1 = 0
- 9 + 2 = 11 caranya adalah 2 – 1 = 1
Yang diambil adalah angka pengurangan 1 dan hasilnya.
Untuk hal ini yang perlu diperkuat adalah perhitungan pada pengurangan 1

3. Perlunya mengubah urutan belajar berhitung
Biasanya dalam mengajarkan berhitung kita melakukan pengurutan, misalnya:
1 + 1 = 2, kemudian 1 + 2 = 3, kemudian 1 + 3 = 4 dst. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi anak, anak akan mendapatkan gambaran yang berurutan sehingga apabila ia menghadapi persoalan yang acak anak cenderung akan kebingungan. Baik apabila kita mengajarkannya adalah dengan mengacak misalnya, 1 + 2 = 3 kemudian 2 + 1 = 3 dan seterusnya.

Membenahi model cara berhitung dengan menyesuaikan terhadap gaya belajar anak menyebabkan percepatan dalam anak menguasai operasi penjumlahan.

Salam Sukses Selalu
Olsa Desiastu, S.Psi.
Senior Konsultan Smart Business Solution

Rabu, 24 Februari 2010

Optimalisasi Belajar melalui Kecerdasan Verbal

Optimalisasi Belajar melalui finger test

Individu yang dilahirkan memiliki kecerdasan verbal yang tinggi memiliki ciri : banyak bicara dan suka bercerita, ia juga mudah dan cepat dalam menirukan dialek suatu daerah, atau belajar bahasa asing. Melalui fingerprint test dapat diketahui peringkat kecerdasan ini, yang berguna dalam memilih metode belajar yang tepat bagi anak.

Individu dengan kecerdasan ini, tergolong orang yang mudah memahami suatu materi baru. Dengan cepat ia memahami penjelasan yang disampaikan kepadanya. Oleh karena itu anak dengan kecerdasan verbal yang tinggi cenderung meremehkan materi pelajaran karena ia merasa dapat dengan cepat memahami suatu materi. Sistem belajarnya cenderung SKS ( Sistem Kebut Semalam) atau pada saat akan ujian, ia baru bersedia untuk belajar.

Bila ia tergolong audio learner maka saran belajar yang tepat adalah dengan menggunakan suara. Belajar dengan menyampaikannya secara keras cukup banyak membantu individu ini. Ia cenderung senang mendengarkan penjelasan melalui audio book. Materi yang sama dapat didengarkannya berulang-ulang dan tidak bosan. Teknik merekam suara ketika belajar juga bisa dilakukan untuk mengoptimalkan hasil belajarnya.

Seorang pembelajar yang cenderung kurang bisa belajar pada situasi sepi. Ia menghendaki suara musik atau radio ketika belajar. Interaksinya dengan kecerdasan intrapersonal yang membedakan cara optimasi belajarnya. Ada individu yang cenderung menyampaikan setiap apa yang menarik dari materi yang dibacanya. Ada pula yang mencerna materi itu terlebih dahulu, dengan kesimpulannya maka ia baru dapat menyampaikan kepada orang lain. Kecenderungan perilaku ini sesuai dengan tingkat kecerdasannya yang diidentifikasi melalui fingerprint test. Kenali modalitas belajar sehingga anda dapat belajar secara optimal. Moga bermanfaat.

Salam Sukses Selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Kamis, 18 Februari 2010

Free Konsultasi Finger Test


Banyak orang bertanya tentang akurasi fingerprint test. Anda dapat buktikan sendiri dengan datang dan meminta untuk dibacakan karakter berdasar analisa sidik jari oleh analist fingerprint kami.

Atau ingin dapatkan keterangan lebih detail tentang sejarah dan manfaat fingerprint test bagi anak, remaja, dewasa, orang tua maupun orang yang sudah tua. usia termuda mengikuti test adalah 14 bulan dan usia tertua 69 tahun.

1. Kami memberikan seminar tanggal 15 Juli 2012 Surabaya dari jam 09.00 - 12.00. hubungi Smart Business Solution di 031-8781491

2. Konsultasi Free Fingerprint Test di Surabaya Sabtu 14 Juli 2012 jam 09.00 sampai jam 14.00. hubungi Olsa di 085732127560.

3. Konsultasi Free, Jakarta tanggal 9 sampai 13 Juli 2012 dengan perjanjian hubungi bapak Reksa di 081-65458403

4. Konsultasi Free tanggal 23 Juli 2011 di PT. Smart Business Solution, Rungkut Megah Raya blok Q-6 dengan perjanjian, hubungi ibu Olsa dan Rini di 031-8781491. Dapatkan penjelasan informasi seputar fingerprint test dan cek karakter dengan sidik jari free untuk membuktikan akurasi finger test

Rabu, 17 Februari 2010

Optimalisasi Belajar dengan Kecerdasan Dexterity

Optimalisasi Belajar sesuai Kecerdasan (dexterity)

Bagi Individu yang di identifikasi tinggi dalam kecerdasan dexteritynya berdasarkan fingerprint report atau memiliki ciri : suka menggerakkan tangannya ketika sedang berdiam diri, bermain ballpointnya, trampil dalam mengerjakan pekerjaan tangan, suka menggambar dan ciri lainnya yang didominasi dengan gerakkan tangannya. Bagi anak usia dibawah 10 tahun maka gejala perilaku ini lebih kearah gerakan badannya yang tak bisa diam untuk memuaskan gerakkan tangannya.

Individu dengan kecerdasan dexterity yang tinggi, maka jauh lebih efektif ia belajar manakala membuat ringkasan tentang apa yang dipelajarinya. Individu ini cenderung peka terhadap suara di sekitarnya. Ia menghendaki situasi yang sepi agar belajarnya menjadi jauh lebih efektif. Bagi yang didominasi otak kanan maka bangun malam hari untuk belajar menjadi lebih mudah. Namun perlu diperhatikan kombinasinya dengan kecerdasan reasoningnya. Oleh karena itu dengan memahami kecerdasan kita maka kita dapat mengembangkan kemampuan belajar menjadi lebih optimal.

Kegemaran anak menulis atau membuat catatan juga dipengaruhi oleh bentuk tulisan yang baik. Kritikan terhadap tulisan anak membawa anak kurang mengembangkan kemampuan ini. Manakala ia sendiri menilai tulisannya kurang bagus maka semangat untuk menulis menjadi berkurang jauh. Tetapi gejala gerakan tangan atau jemarinya tetap sebagai tanda ia memang memiliki kecerdasan dexterity yang baik.
Kritikan tentang cara memegang pena, letak posisi kertas atau hasil tulisan yang dinilai kurang akan melemahkan semangat anak belajar menulis. Biarkan anak dengan gayanya sendiri untuk belajar. Manakala saat ini tulisan anak kurang bagus, maka orang tua perlu melatih anak menulis dengan Tulisan yang besar. Di sekolah anak belajar menulis halus dengan tulisan huruf yang kecil, berarti mengembangkan kebiasaan menulis kecil. Sedangkan psikolog dengan grafologinya menilai tulisan kecil menandakan kurang percaya diri.

Oleh karena itu latihlah buah hati anda untuk menulis dengan tulisan huruf yang besar. Tulisan yang besar memberikan informasi tentang cara menulis yang masih kurang tepat, membuat garis lebih tegas, dan menumbuhkan sikap percaya diri pada anak. Setelah ia menguasai tulisan besar maka ajarkan ia mengecilkan tulisannya. Lebih mudah mengajarkan anak mengecilkan tulisannya daripada membesarkan tulisannya. Hal ini sesuai dengan prinsip “Gestalt” dimana individu selalu memandang secara keseluruhan baru kemudian belajar lebih detail. Moga banyak membantu......

Salam Sukses Selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Senin, 15 Februari 2010

Beda dengan Fingerprint Test yang lain



Apakah perbedaannya dengan fingerprint test yang lain?

Memang banyak jasa yang menawarkan fingerprint test yang berkembang. Sesungguhnya anda bisa menanyakan langsung tentang akurasi fingerprint test pada pemberi jasa layanan fingerprint.Bila anda dilayani oleh analyst fingerprint maka anda dapat langsung menunjukkan sidik jari anda untuk dilihat, kemudian analyst memberikan gambaran karakter tentang diri anda. Bila anda merasa memang seperti itu gambarannya maka anda dapat menilai sendiri akurasinya

Bila alasan yang diberikan adalah bahwa sidik jari tidak berubah maka alat bantu ini akurat dalam mengidentifikasi atau bila pertanyaan anda dijawab dengan membandingkan alat ini dengan psikotes maka sesungguhnya anda sudah dibelokkan arah pertanyaannya. Karena semua jasa yang menawarkan fingerprint tes melakukan tindakan demikian bila ditanya tentang akurasi alat bantunya.

Semua fingerprint test menyajikan informasi tentang potensi kecerdasan yang disampaikan dalam bentuk ranking kecerdasan. Ranking tertinggi menunjukkan bakat individu.

Semua fingerprint test menyajikan data Learning Type yang berisi informasi tentang optimalisasi belajar individu. Ada individu yang lebih baik belajar dengan cara visual, auditory atau sensory/kinestetik. Petunjuk ini sangat berguna bagi orang tua dalam membimbing anak belajar.

Semua fingerprint test menyajikan Informasi tentang dominasi otak. Sesungguhnya informasi dominasi ini juga bisa diungkap melalui gerakkan atau tindakan individu ketika duduk, berenang,terima telpon, menyelesaikan masalah dan lain-lain.

Semua fingerprint test menyajikan informasi Education and Occupational Suggestion yang dibutuhkan orang tua didalam mengarahkan karir anak dimasa depan. Tentunya informasi yang lebih penting bagi orang tua adalah bagaimana saran tersebut dibuat. Dengan memahami ini maka orang tua dapat membantu anak dalam menentukan pilihan karir anak dengan cross analysis inteligence. Karena tidak semua pilihan karir disajikan dalam laporan tes. Bila laporan tes menyajikan informasi yang lebih detail maka pilihan karir anak dapat menjadi lebih spesifik lagi ( dokter anak, dokter bedah, dokter anastesi dll.).

Tidak semua fingerprint test menyajikan data learning style, suatu informasi tentang bagaimana orang tua membimbing anak dalam belajar. Ada anak yang perasa (afektif learner), terhadap anak yang demikian tentunya sikap orang tua tidak menyinggung perasaan si anak ketika memberikan perintah belajar pada anaknya. Anak dengan gaya belajar demikian lebih baik dengan mengajaknya belajar. Menyuruh dan mengajak belajar sesuatu yang berbeda. Anak ini juga jauh lebih efektif bila belajar dengan cara berkomunikasi.

Tidak semua fingerprint test menyajikan data mengenai karakter dari masing-masing kecerdasan. Informasi karakter membantu orang tua untuk bisa memahami anak tahu bagaimana mengembangkannya. Informasi karakter juga memberikan sinyal pada orang tua tentang adanya penyimpangan pengembangan pada diri anak. Anak dengan karakter mudah bosan cenderung banyak keinginannya. Bila ia bersikap manis dan menyatakan “terserah mama” maka ada faktor dari lingkungan yang berpengaruh sehingga karakter asli anak tidak berkembang. Sesungguhnya anak yang demikian adalah anak yang memiliki kemampuan melakukan self motivation dan cenderung menjadi pengusaha serta marketer yang handal.

Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang leadership style. Seorang humanist leader jauh lebih efektif manakala ia menguasai peraturan dan prosedur kerja diperusahaan. Ia cenderung lebih memfokuskan pada penyimpangan peraturan dibandingkan ia harus menegur orang yang melakukan pelanggaran dengan menyampaikan bahwa ia kurang setuju, marah, atau jengkel dengan tindakan tersebut.

Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang working atribut. Suatu informasi tentang kecenderungan individu ketika berada dalam situasi kerja. Ada individu yang cenderung mengakses banyak informasi untuk melakukan tindakan. Mereka cenderung untuk terus mencari penguatan atas sasaran tindakan yang perlu diambilnya. Individu ini perlu belajar untuk time management sehingga pekerjaannya tidak tertunda dan dapat segera mengambil keputusan.


Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang spending style dan kondisi dimana ia tetap tahan terhadap stress. Dengan memahami pola belanja maka kita dapat mengetahui tentang bagaimana mengelola keuangan.

Dapatkan informasi tentang fingerprint test di www.reksaboeana.blogspot.com atau hubungi Smart Business Solution di 031-8781491 dengan ibu Olsa atau Rini.

Minggu, 14 Februari 2010

Optimalisasi Belajar melalui Kecerdasan Fisik

Optimalisasi Belajar sesuai Kecerdasan (physical expression)

Bagi Individu yang di identifikasi tinggi dalam physical expression potentialnya berdasarkan fingerprint report atau memiliki ciri : banyak melakukan gerakan, ia cenderung tak bisa diam, manakala membaca ia selalu mengubah posisi membacanya dalam waktu yang relatif singkat.

Mama sang anak, yang suka mendampingi putranya, pasti memahami gejala ini. Sang anak seringkali minta ijin ketika sedang belajar. “ma... aku mau pipis”, pintanya. Kemudian tak lama, ia mengajukan permintaan “ma.. aku minum dulu ya, haus ma”. Kemudian ia belajar kembali, tetapi tak lama kemudian ia menyampaikan keinginannya “ ma... aku ambil roti dulu ya”. Gejala ini membuktikan bahwa sang anak memiliki kecerdasan physical expression potential yang tinggi.

Anak dengan kecerdasan ini, disarankan belajar dengan membuat peragaan atau mengingat materi yang dipelajarinya dengan menggunakan gerakan-gerakan tubuhnya. Hentakkan yang dibuat dalam gerakkannya membuat ia lebih cepat mengingat materi yang dipelajarinya.

Kadang orang tua kurang memahami kebutuhan belajar anak dengan kecerdasan physical expression ini, sehingga menganggap bahwa anaknya mengalami kesulitan konsentrasi atau dikatakan hyperaktif. Ada sebagian besar, orang tua yang menangani anak ini dengan disiplin untuk duduk diam manakala belajar. Dampaknya anak menjadi merasa tertekan karena kebutuhan kecerdasannya akan gerak tak terpenuhi dan ia menjadi sulit menangkap materi yang dipelajarinya. Mudah2an informasi ini dapat membantu dalam membimbing anak mengoptimalkan kecerdasannya untuk belajar.

Salam Sukses Selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Jumat, 12 Februari 2010

Apakah ada fee tambahan untuk konsultasinya?

Bila kami inginkan konsultasi lagi, apakah ada fee tambahan untuk konsultasinya?
Dalam sesi konsultasi kami berikan penugasan atau treatment yang perlu dilakukan agar terjadi perbaikan. Ada yang diberikan informasi untuk membuat tulisan besar, membuat diary, self talk atau berbicara pada kondisi khusus sesuai dengan karakternya. Ada pula yang dibuktikan sengaja memperlambat cara kerja pikirannya dan tindakan apa yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kecerdasannya. Beberapa diberikan latihan gerak Mind Focus Exercise agar mudah fokus dan lebih sabar. Serta treatment lainnya sesuai dengan potensi dan karakter individu.

Sepanjang perlakuan yang diperlukan telah dijalankan maka kami bersedia membantu anda untuk memberikan konsultasi berkaitan dengan informasi multiple inteligence individu.

Apakah Harga Finger Test mahal ?

Berapa Harganya, apakah mahal ?
Kata “Mahal” bersifat relatif. Bila individu bisa memperoleh banyak manfaat maka ia merasakan bahwa harga ini pantas. Oleh karena itu perlu ada pembanding untuk menyatakan harga sebuah fingerprint test :

a. Fingerprint test dilakukan cukup sekali untuk seumur hidup. Informasinya dapat digunakan individu sampai dewasa dan menjadi orang tua bagi anaknya kelak. Oleh karena itu sifatnya adalah investasi bukan sebagai biaya yang dikeluarkan dan habis sekaligus. Coba bandingkan dengan perayaan ulang tahun yang setiap tahun diselenggarakan dimana ada yang menghabiskan dana sebesar Rp 600.000 sampai Rp 2.000.000,- bahkan ada yang lebih dari itu. Atau kita pergi makan bersama sebulan sekali dan bisa menghabiskan dana sampai Rp 300.000,- sampai Rp 600.000,- untuk sekali makan. Oleh karena itu mengetahui bakat anak adalah sebuah investasi untuk mengoptimalkan potensinya dan memiliki peluang sukses jauh lebih besar.

b. Bila harga fingerprint test dibandingkan dengan kesalahan perlakuan orang tua dengan mengikut sertakan anaknya pada berbagai macam ketrampilan yang sifatnya coba-coba maka harga tes ini tergolong murah. Ada orang tua yang mengikut sertakan anaknya untuk les piano atau organ dengan biaya Rp 350.000 sampai Rp 550.000 tetapi setelah 6 bulan anaknya tidak bersedia untuk melanjutkan. Bahkan ada yang bertahan sampai beberapa tahun tetapi kemajuan ketrampilannya kurang menunjukkan prestasi yang baik.

c. Kesalahan perlakuan dalam membimbing anak belajar. Ada orang tua yang menghendaki nanaknya belajar minimal 1 jam 30 menit dan suasana belajar harus dalam keadaan sunyi.Tentunya kondisi ini sesuai untuk anak tactile learner. Bagi anak auditory kondisi belajar ini merupakan tekanan tersendiri. Tindakan orang tua semacam ini dapat mengembangkan persepsi pada diri anak bahwa aku sudah belajar banyak tetapi hasil yang didapat tidak sesuai. Ia menilai dirinya adalah anak yang kurang pandai. Kesalahan perlakuan ini tentunya bukan harga yang murah karena dapat mempengaruhi daya juang anak yang sangat dibutuhkan dalam persaingannya didunia kehidupannya kelak.

d. Ada pula yang sudah sekolah dibidang perhotelan 1 tahun. Ia merasakan bidang kejuruan yang dipilihnya kurang sesuai dimana ia merasa tertekan terhadap pelajaran ketrampilan memasak. Setelah mengikuti fingerprint test maka diketahui dexterity atau ketrampilan tangannya lemah.Padahal uang gedung atau sumbangan sekolah dan biaya sekolah sudah dikeluarkan. Pada akhirnya anaknya menghendaki untuk pindah sekolah. Banyak kasus seperti ini yang terjadi. Tentunya investasi untuk tes ini memiliki harga yang pantas.

Harga fingerprint test ini pada harga normal adalah Rp. 1.500.000,- dan anda cukup investasi sekali seumur hidup. Ada beberapa orang yang mengulang tesnya pada kami karena ia menghendaki laporannya ada informasi karakter, gaya belajar, leadership yang dipandangnya sangat dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkannya. Anda juga bisa dapatkan harga spesial, pada event2 yang diselenggarakan pihak kami. Silahkan hubungi orang yang memberikan informasi ini pada anda.

Kamis, 11 Februari 2010

Usia berapa Tes Sidik Jari dilakukan?

Pada usia berapa bisa dilakukan Tes Sidik Jari ?

Tes berdasar sidik jari dapat dilakukan ketika scan sidik jari individu dapat dilihat alur garisnya. Pengalaman kami tes ini bisa dilakukan mulai anak usia 14 bulan ( di jakarta ) dan 15 bulan ( di malang ). Disarankan anak dalam keadaan tidur ketika di tes, agar seluruh sidik jari dapat discan dengan baik. Ada anak yang kurang bisa bertemu dengan orang lain yang baru dikenalnya, ia takut manakala tangan atau jarinya dipegang untuk di scan, oleh karena itu kami sarankan anak dibawa dalam keadaan tidur.

Bagaimana cara pengetesan sidik jari?


Pengetesan atau Scan Sidik Jari?

Ada beberapa orang yang menanyakan tentang cara pengetesan sidik jari. Mendengar kata pengetesan maka yang terlintas di dalam benak adalah mengisi kuesioner atau menjawab soal tes. Kata yang lebih tepat adalah pengambilan gambar sidik jari atau pemotretan sidik jari dan bukan pengetesan sidik jari, karena memang tak dibutuhkan pengisian kuesioner atau menjawab soal yang diberikan.

Caranya Sangat sederhana, dimana kesepuluh jari anda di scan / dipotret. Waktu yang dibutuhkan untuk tes ini berkisar 10 menit. Kemudian hasil scan sidik jari dilakukan analisa dan pengukuran yang dilakukan oleh analyst fingerprint untuk dapat diterbitkan laporannya.

Berapakah Tingkat Akurasi Finger Test ?

Berapakah tingkat Akurasinya ?

- Tingkat akurasinya sampai dengan 90 %. Hal ini dikarenakan sidik jari individu tidak berubah sepanjang hidupnya. Sidik jari individu unik, tidak ada yang sama oleh karena itu dijadikan sebagai identitas dirinya.
- Bila dibandingkan dengan psikotes maka hasil psikotes berubah-ubah ditentukan oleh jumlah latihan (belajar), kondisi kesehatan dan emosi individu. Sedangkan fingerprint tes lebih mengungkapkan tentang potensi dasar (bawaan) yang ada pada individu sejak dilahirkan.
- Anda dapat mengukur sendiri tingkat akurasinya bila anda dilayani oleh analyst fingerprint. Seorang analyst mampu mengidentifikasi karakter anda dengan melihat pola sidik jari anda.
- Pada saat konsultasi maka anda dapat mengukur tingkat akurasinya ketika konselor memberikan gejala atau tanda-tanda perilaku pada anak atau diri anda

Apakah Fingerprint Test itu ?



Apakah Fingerprint Test itu ?

Salah satu metode untuk identifikasi inteligensi dan karakter dengan melakukan pengukuran dan analisis atas pola sidik jari individu. Pola guratan sidik jari dapat mengidentifikasi jenis kecerdasan yang menonjol dan karakter seseorang.

Pengambilan sidik jari melalui scan pada seluruh jari individu. masing-masing jari memberikan informasi tentang kecerdasan yaitu :
a. Jempol kanan : Kecerdasan Intrapersonal
b. Telunjuk Kanan : Kecerdasan Reasoning
c. Jari Tengah Kanan : Kecerdasan Dexterity
d. Jari Manis Kanan : Kecerdasan Verbal
e. Jari Kelingking : Kecerdasan Klasifikasi
f. Jempol Kiri : Kecerdasan Interpersonal
g. Telunjuk Kiri : Kecerdasan Imajinasi
h. Jari Tengah Kiri : Kecerdasan Physical Expression
i. Jari Manis Kiri : Kecerdasan Musik
j. Jari Kelingking Kiri : Kecerdasan Visual
Apa saja yang dapat diperoleh dari Tes Sidik Jari ?
Cukup banyak informasi yang didapatkan dari fingerprint tes namun tidak semua fingerprint test menghasilkan laporan yang sama. Hal ini ditentukan oleh hasil penelitian yang dilakukan melalui psikotes dan alat pengukur perilaku lainnya. sedangkan informasi yang dapat diidentifikasi adalah yaitu :

1. Ranking kecerdasan dari multiple inteligence individu
2. Kecepatan otak dalam menangkap dan informasi baru
3. Kapasitas otak, dimana informasi ini berguna untuk menentukan bidang karir untuk anak ( praktikal atau konseptual), memberikan informasi secara bertahap atau cukup banyak sekaligus.
4. Dominasi otak, kiri, tengah atau kanan. Yang berguna untuk mengetahui kecenderungan berpikir individu sehingga kita bisa menyesuaikannya.
5. Karakter intrapersonalnya, interpersonal, berpikirnya, imajinasi, ketrampilan tangan, dalam mengekspresikan diri, karakter bicaranya, musik, visual dan karakter klasifikasinya.
6. Learning style
7. Saran untuk mengoptimalkan belajarnya.
8. Tipe belajar : auditory, visual, sensory.
9. Working atribut, informasi tentang pola kerja individu dan kecenderungannya dalam bekerja.
10. Leadership style, gaya dalam kepemimpinannya.
11. Gaya individu dalam membelanjakan uang.
12. Pola memotivasi diri individu sehingga tahan terhadap stress.
13. Informasi managerial skill
14. Saran pemilihan jurusan
15. Saran kegiatan sekolah yang dibutuhkan
16. Pilihan karir berdasarkan kecerdasannya.

Apakah Laporan Tes Fingerprint Perlu dikirimkan ke luar negeri?

Apakah Betul Laporan Harus dikirimkan ke luar negeri ?

- Ada beberapa jasa fingerprint test yang laporannya dikirimkan ke Singapura, Malaysia atau Taiwan. Hal ini karena investasi programnya yang mahal dan dibutuhkan pelatihan khusus bagi analyst fingerprint serta pengalaman dalam melihat sidik jari orang lain yang cukup banyak.

- Ditempat kami Hasil fingerprint test tidak perlu dikirimkan ke luar negeri karena team kami memiliki 3 analyst fingerprint. Hasil fingerprint test yang dikirimkan keluar negeri biasanya laporannya dalam bentuk bahasa Inggris bahkan ada yang bahasa Mandarin. Kita sendiri juga sudah cukup paham bila bahasa laporan tes menggunakan istilah psikologis yang kadang sulit dipahami. Penterjemahan yang dilakukan bukan oleh psikolog yang paham maksud dari analisa sidik jari, bisa berbeda artinya.

- Scan Sidik Jari sampai dengan saat ini masih dilakukan oleh analyst fingerprint yang juga lulusan psikologi.

Buat apa Tes Sidik Jari ?


Buat apa tes sidik jari, lebih baik saya berikan banyak ketrampilan pada anak?
Ada beberapa orang tua yang berpendapat demikian. Boleh saja orang berpendapat tetapi yang perlu dipertimbangkan bahwa setiap segala sesuatu yang ada didunia selalu diciptakan terbatas,tak ada yang kekal. Oleh karena itu setiap individu juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Perlakuan yang diberikan pada anak dengan mengikut sertakan pada banyak kegiatan bisa saja dilakukan asalkan anak dapat dengan senang menjalankannya dan bukan sebagai beban bagi anak.Beberapa kasus yang dijumpai adalah setelah dilakukan fingerprint tes mereka menyalahkan orang tuanya yang mengharuskan ia bisa dan trampil bermain organ seperti adiknya. Nada protes yang disampaikan ini sebagai tanda bahwa anak kurang memiliki kecerdasan yang baik ketrampilan tangannya. Sebagian kecil, pada akhirnya juga diikut sertakan tes karena orang tuanya memandang anaknya kurang memiliki bakat meskipun sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh ketrampilan. Sesungguhnya bukan anak tidak memiliki bakat tetapi banyaknya
penugasan tersebut membuat anak stress sehingga kurang bisa menampilkan bakatnya.

Tentunya untuk dapat menguasai suatu ketrampilan dengan baik, maka diperlukan fokus dan konsistensi untuk menjalankannya. Membekali anak dengan banyak ketrampilan yang kurang sesuai dengan potensinya adalah tindakan yang kurang tepat karena anak tidak begitu mahir untuk banyak hal yang dikuasainya. Bila hasilnya sesuatu yang biasa maka tindakan demikian adalah suatu pemborosan dimana pada akhirnya yang didapatkan adalah hal biasa yang banyak orang juga bisa lakukan. Disamping itu bagi anak yang kurang potensi dibidang yang ditekuninya maka sulit untuk mendapatkan kebanggaan terhadap dirinya yang pada akhirnya berpengaruh pada pembentukan self esteem sehingga tumbuh menjadi anak yang pemalu.

Cobalah kita perhatikan. Anak yang berbakat musik dan kurang berbakat bidang musik, diberikan pengajaran yang sama. Tentu hasil yang didapatkan berbeda. Anak yang berbakat akan lebih cepat menguasai. Kecepatan penguasaan ini sangat berpengaruh pada harga diri anak tersebut.Baginya ada sesuatu yang dapat dibanggakan. Kecepatan anak untuk dapat menguasai dan bisa tampil akan meningkatkan rasa percaya dirinya bahwa ia mampu melakukan dengan yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Disamping itu, anak yang berbakat musik, tentunya bisa mengembangkan apa yang dipelajarinya. Ia tidak hanya terbatas pada apa yang diberikan oleh gurunya tetapi ia bisa menciptakan kreasi sendiri dan ini pasti lebih membanggakan dirinya. Sedangkan anak yang kurang berbakat, membutuhkan waktu lama dan mendapatkan respon yang kurang baik dari lingkungan belajarnya. Stimulasi yang kurang tepat menciptakan kesan “aku tidak pandai, aku tidak bisa, aku tidak seperti dia”, kondisi ini melemahkan semangatnya dan ia menjadi orang yang mudah patah semangat, daya juangnya kurang. Bukankah banyak kasus yang terjadi pada Sumber Daya Manusia untuk permasalahan daya juang ini. Dimana banyak pekerja yang mudah mengeluh dan kurang kreatif ketika menghadapi persoalan.

Senin, 08 Februari 2010

Optimalisasi Belajar sesuai Kecerdasan

Individu yang di identifikasi tinggi dalam kecerdasan imajinasinya berdasarkan fingerprint report atau memiliki ciri : peka rasa, suka menggubah lagu, menggambar abstrak (interaksi dengan kecerdasan lainnya) dapat memanfaatkan kecerdasan imajinasinya dalam belajar. Melalui kecerdasan tertinggi individu akan dapat dengan cepat belajar.

Seorang bidan dapat membayangkan letak posisi bayi manakala melakukan pemeriksaan dengan rabaan atau pemeriksaan ke dalam. Peranan kecerdasan imajinasi ini sangat membantu dalam membuat gambaran di benak. Individu yang kurang kecerdasan imajinasinya tentunya mengalami kesulitan untuk membayangkan.

Tingginya kecerdasan ini, dapat pula dimanfaatkan untuk belajar. Individu yang tinggi kecerdasan imajinasinya disarankan belajar dengan membaca ringkasan terlebih dahulu sehingga tercipta di dalam benak gambaran apa yang akan dipelajarinya (aktivasi otak kanan). Kemudian ia membaca materi pelajaran dari awal.

Individu ini juga dapat menciptakan gambaran, ia belajar dengan cara membayangkan kejadian belajar dengan melakukan pengulangan sebelum tidur atau membawanya dalam mimpi. Tentunya setelah ia melakukan belajar dengan modalitas kecerdasan lainnya yang juga memiliki level cukup tinggi.

Apabila anda mengalami kesulitan, maka buatlah badan anda rileks dan lakukan kembali. Maka materi pelajaran yang anda pelajari akan muncul dengan sendirinya dalam benak anda. Awalnya akan terlihat dalam durasi yang pendek. Lakukan terus kebiasaan ini maka anda akan bisa menikmati cara belajar yang baru dengan durasi panjang. ... selamat mencoba.

Salam Sukses Selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution