Halaman

Selasa, 15 Desember 2009

Fingerprint Test dan Penempatan Karyawan


Fingerprint Test dan Penempatan

Disamping mampu mengidentifikasi kecerdasan maka tes sidik jari juga mampu mengidentifikasi tentang karakter individu. Informasi karakter dan kecerdasan sangat bermanfaat untuk menempatkan karyawan. Bukankah kita perlu menerapkan “The Right Man in The Right Place” karena prinsip ini sesungguhnya merupakan pengakuan bahwa setiap individu memiliki karakter dan kecerdasan bawaan. Bila anda memiliki pola sidik jari yang dikenal dengan Composite Whorl (search gambar di google : di kedua jempol anda maka anda memiliki karakter sebagai individu yang mudah bergaul, orangnya menyenangkan dan mampu mengintegrasikan topik pembicaraan sehingga mampu tampil sebagai pengendali pembicaraan. Individu ini populer dan memiliki banyak teman. Ia cenderung tidak ragu dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenalnya. Cobalah lihat pada kedua jempol anda, apabila memiliki guratan sidik jari yang persis sama dengan gambar diatas maka anda pasti memiliki ciri seperti yang disebutkan diatas ( akurasi sampai dengan 90% dan anda yang menilai sendiri).

Disamping itu anda adalah orang yang memiliki banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan. Anda termasuk orang yang ingin menyenangkan berbagai pihak dan lebih mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan prioritas diri anda sendiri. Bila anda marah maka orang yang anda marahi cenderung menerima dan tidak merasa sakit hati. Hal ini karena anda sudah pertimbangkan lebih matang sebelum anda marah, orang tak bisa mengelak karena anda memiliki pertimbangan yang matang terutama bila didukung oleh kecerdasan reasoning yang baik pula.

Bila anda bekerja maka anda meminta semua jelas di depan. Anda menghendaki target yang jelas dan konsekuensinya bila mencapai target yang ditetapkan. Tergolong individu yang apabila dijanjikan sesuatu maka cenderung berani mengutarakan permintaannya secara terbuka. Bila anda memiliki anak dan memiliki pola yang sama di kedua jempolnya maka ia cenderung berani menagih apa yang anda janjikan. Ada anak dengan tipe karakter lain dimana ia cenderung tidak menagih janjinya manakala diberikan alasan kenapa anda belum bisa memenuhinya. Oleh karena itu individu ini dengan pertimbangannya dapat mengambil langkah keluar dari perusahaan dan berpindah kerja manakala perusahaan ingkar janji.

Tergolong individu yang mudah bosan dan mudah tertarik pada sesuatu yang baru. Ia menghendaki untuk mengikuti trend tehnologi yang baru dan berani melakukan investasi bila dipandang bermanfaat menurut pertimbangannya. Bila sisi keuangannya menunjang maka HP nya juga mengikuti seri terbaru ( BB ), bukan karena terpengaruh oleh teman tetapi karena karakternya yang demikian. Bila psychological potentialnya jauh lebih tinggi daripada Planning Potentialnya maka individu cenderung menjadi keras kepala atas kemauannya. Apabila dilakukan tindakan keras maka ia juga cenderung melawan dengan keras juga.

Bagi Praktisi HRD, individu dengan karakter demikian lebih cenderung cocok ditempatkan di bagian Sales atau Marketing. Ia seorang marketer handal dengan karakter pendobrak bukan hanya sekedar maintenance pelanggan yang sudah ada. Pengalaman kami dalam Human Audit di beberapa perusahaan maka tipe ini adalah Marketer dan Tipe Pengusaha. Seorang Kepala Gudang di sebuah perusahaan Garment setelah kami identifikasi memiliki karakter seperti ini maka kami sarankan untuk dipindahkan ke bagian Sales. Dalam waktu 3 bulan ia mampu mengungguli sales yang telah bekerja cukup lama. Karakternya yang mudah bergaul dan menyenangkan bagi orang lain sebagai kunci utama ia sukses si bidang penjualan.

Namun perlu juga anda melakukan pengukuran untuk kecerdasan individu tersebut sebelum menempatkannya pada bagian Marketing. Pengukuran lebih difokuskan pada Kecerdasan Interpersonalnya dan sikap optimisme karyawan tersebut dengan psikotes atau anda dapat download dari internet tentang kuesioner multiple inteligence ( sebagai dasar menilai, umumnya digunakan oleh praktisi SDM ). Kami sarankan anda pergi pada seorang psikolog dan meminta jasa untuk mengidentifikasi kecerdasannya. Bila anda datang pada kami, maka kami sarankan anda mengikuti fingerprint tes karena informasinya lebih akurat.

Demikian yang dapat kami sharingkan tentang Fingerprint test dan penempatan karyawan, moga bermanfaat.

Salam Sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana.
Executive partner Smart Business Solution

SIDIK JARI DAN KECERDASAN INTELEKTUAL ANAK!


Sidik Jari dan Kecerdasan.

Bakat dan Potensi Dapat Diukur Melalui Sidik Jari. Hal ini karena pembentukan Sidik Jari terjadi seiring proses pembentukan otak manusia selama masa kehamilan mulai dari 13 minggu sampai 24 minggu. Sedangkan pola yang terdapat pada sidik jari merupakan gambaran karakter diri individu. Oleh karena itu pola guratan sidik jari setiap orang pun berbeda sesuai dengan perkembangan sistem saraf otak. Tidak mengherankan bila anak dalam satu keluarga memiliki kecerdasan dan karakter berbeda. Dengan mengetahui ini sejak dini maka orang tua mampu mengembangkannya secara optimal dan mereka dapat menangani setiap anaknya sesuai karakternya.

Mengenai akurasi alat tes sidik jari ini dapat diketahui oleh orang tua bila ia ditangani oleh seorang analyst fingerprint. Orang tua dapat membuktikan langsung mengenai keakuratan hasil identifikasi dengan menanyakan karakter dirinya pada analyst dan mengukur sendiri mengenai akurasinya. Informasi karakter diperoleh melalui penelitian yang panjang berkaitan dengan pola sidik jari seseorang. Peneliti mengumpulkan sejumlah pola sidik jari yang sama, kemudian dilakukan penelitian menggunakan psikotes dan kuesioner. Hasil jawaban yang sama dikelompokkan dan diidentifikasi sebagai karakter dasar individu. Sedangkan hasil jawaban yang berbeda, diidentifikasi sebagai hasil pengaruh lingkungan terhadap kecenderungan perilaku individu.

Ada individu yang memiliki karakter, selalu mengingat-ingat tanda ketika ia bepergian. Individu ini seringkali salah jalan ketika memikirkan 2 hal yang berbeda. Atau ketika sedang mengendarai kendaraan ia menelpon maka individu ini cenderung tidak berbelok pada jalan yang harus dilaluinya (jawa=keblabasan). Ia seringkali juga mengalami kesulitan mencari tempat parkir di sebuah mall ketika ia lupa mengingat tanda2nya. Individu ini diidentifikasi mudah kesasar. Anda juga dapat memahami karakter interaksi individu, dimana ada individu yang mudah bergaul dengan siapapun meskipun orang tersebut baru dikenalnya, tetapi ada juga individu yang lambat dalam berinteraksi khusus untuk orang yang baru dikenalnya. Ada juga individu yang mempertimbangkan faktor keuntungan ia berinteraksi dengan orang lain.

Pengukuran akurasi tentang informasi kecerdasan dapat diketahui dari gejala perilaku anak. Tentunya anak yang cerdas secara verbal memiliki kecenderungan banyak bicara, mudah menirukan dialek suatu daerah atau memiliki nilai bahasa yang baik. Individu yang diidentifikasi cerdas dalam berkespresi, memiliki gejala tidak bisa diam. Fokus perhatiannya pendek, banyak bergerak. Individu ini efektif belajar dengan melakukan gerakan. Memang pengukuran berdasar sidik jari menjadi lebih akurat karena tidak melibatkan faktor kesehatan, kondisi emosi atau ketidak setujuan anak untuk menjalani serangkaian tes bakat yang diberikan kepadanya. Disamping itu, sidik jari seseorang tidak akan pernah berubah selama hidupnya.

Disamping kecerdasan dan karakter, tes ini juga mengungkap tentang kapasitas otak. Ada anak yang mudah belajar bahasa Inggris dan mendapatkan nilai yang baik dalam mata pelajaran tersebut tetapi ia mengalami kesulitan belajar bahasa mandarin yang diajarkan disekolahnya. Sedangkan anak lainnya mampu mendapatkan nilai baik di kedua pelajaran bahasa tersebut. Tentunya kedua anak tersebut cerdas diverbal tetapi memiliki kapasitas otak yang berbeda. Dalam kehidupan kita juga temukan ada orang yang mampu memikirkan banyak hal tetapi ada juga orang yang merasa stress dengan banyaknya persoalan yang harus dihadapinya.

Seorang anak diidentifikasi oleh dokter mengalami kelambanan berbicara, dimana pada usia 6 tahun ia belum bisa berbicara. Setelah diidentifikasi menggunakan fingerprint maka anak tersebut cerdas secara verbal dengan skor kapasitas otak 74. Ibunya juga sering memberikannya dongeng ketika ia mau tidur. Seakan tak ada yang salah dengan perlakuan tersebut. Namun setelah di gali bersama dengan kedua orang tuanya maka anak tersebut diajarkan banyak bahasa, karena kapasitasnya kecil maka ia mengalami kesulitan. Ibunya menghendaki ia memiliki nilai yang baik dalam pelajaran bahasa Inggris maka ia berbicara dalam bahasa Inggris. Sedangkan ayahnya, seorang pengusaha, menghendaki anaknya menjadi pelaku bisnis, maka ia berinteraksi sejak dini dengan anaknya dalam bahasa Mandarin. Namun mereka lupa bahwa pengasuhnya juga mengajarkan bahasa Tegal dan Indonesia ketika berinteraksi dengan anak. Banyaknya konsep yang diinternalisasi anak menyebabkan ia bingung, bisa jadi untuk anak lainnya hal ini tidak menjadikan persoalan. Tetapi bagi mereka dengan kapasitas kecil maka harus diajarkan satu persatu.

Oleh karena itu individu dengan kapasitas kecil dimasa dewasanya ia cenderung memilih pekerjaan yang bersifat praktis. Ia tidak menghendaki berpikir terlalu banyak dan seringkali mengeluh bila diajak diskusi oleh pasangannya tentang sesuatu hal baru. Ia menghendaki sesuatu yang nyata. Informasi kapasitas otak sangat membantu orang tua untuk memberikan perlakuan yang tepat untuk buah hatinya. Informasi kapasitas otak juga dapat dijelaskan melalui sebuah kasus dimana Seorang ibu yang memiliki 3 anak tentunya dapat memberikan penjelasan tentang kapasitas otak anak yang berbeda berdasar hasil fingerprint tes. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, gizi dan kondisi emosional sang ibu. Anak yang dikandung ketika masa kerusuhan di Jakarta ternyata menyebabkan si anak lahir dengan kapasitas otak yang lebih kecil dibandingkan dengan kedua kakaknya.

Disamping informasi kecerdasan, karakter dan kapasitas otak maka fingerprint tes juga bisa mengungkap gaya belajar anak, tipe belajar, leadership style, kecenderungan dalam membelanjakan uang, cara memotivasi, informasi bakat dan peluang karir, dan lain-lain. Dalam konsultasi, anda juga akan mendapatkan cara bagaimana mengembangkan buah hati anda sesuai dengan inteligensi dan karakternya.

Sidik Jari mampu mengidentifikasi kecerdasan dan karakter.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Sukses dengan Sidik Jari

Disamping mampu mengidentifikasi kecerdasan maka tes sidik jari juga mampu mengidentifikasi tentang karakter individu. Informasi karakter dan kecerdasan sangat bermanfaat untuk menempatkan karyawan. Bukankah kita perlu menerapkan “The Right Man in The Right Place” karena prinsip ini sesungguhnya merupakan pengakuan bahwa setiap individu memiliki karakter dan kecerdasan bawaan.

Bila anda memiliki pola sidik jari seperti diatas atau yang sering dikenal dengan Composite Whorl di kedua jempol anda maka anda memiliki karakter sebagai individu yang mudah bergaul, orangnya menyenangkan dan mampu mengintegrasikan topik pembicaraan sehingga mampu tampil sebagai pengendali pembicaraan. Individu ini populer dan memiliki banyak teman. Ia cenderung tidak ragu dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenalnya. Cobalah lihat pada kedua jempol anda, apabila memiliki guratan sidik jari yang persis sama dengan gambar diatas maka anda pasti memiliki ciri seperti yang disebutkan diatas ( akurasi sampai dengan 90% dan anda yang menilai sendiri).

Disamping itu anda adalah orang yang memiliki banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan. Anda termasuk orang yang ingin menyenangkan berbagai pihak dan lebih mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan prioritas diri anda sendiri. Bila anda marah maka orang yang anda marahi cenderung menerima dan tidak merasa sakit hati. Hal ini karena anda sudah pertimbangkan lebih matang sebelum anda marah, orang tak bisa mengelak karena anda memiliki pertimbangan yang matang terutama bila didukung oleh kecerdasan reasoning yang baik pula.

Bila anda bekerja maka anda meminta semua jelas di depan. Anda menghendaki target yang jelas dan konsekuensnya bila mencapai target yang ditetapkan. Tergolong individu yang apabila dijanjikan sesuatu maka cenderung berani mengutarakan permintaannya secara terbuka. Bila anda memiliki anak dan memiliki pola yang sama di kedua jempolnya maka ia cenderung berani menagih apa yang anda janjikan. Ada anak dengan tipe karakter lain dimana ia cenderung tidak menagih janjinya manakala diberikan alasan kenapa anda belum bisa memenuhinya. Oleh karena itu individu ini dengan pertimbangannya dapat mengambil langkah keluar dari perusahaan dan berpindah kerja manakala perusahaan ingkar janji.

Tergolong individu yang mudah bosan dan mudah tertarik pada sesuatu yang baru. Ia menghendaki untuk mengikuti trend tehnologi yang baru dan berani melakukan investasi bila dipandang bermanfaat menurut pertimbangannya. Bila sisi keuangannya menunjang maka HP nya juga mengikuti seri terbaru ( BB ), bukan karena terpengaruh oleh teman tetapi karena karakternya yang demikian. Bila psichological potentialnya jauh lebih tinggi daripada Planning Potentialnya maka individu cenderung menjadi keras kepala atas kemauannya. Apabila dilakukan tindakan keras maka ia juga cenderung melawan dengan keras juga.

Bagi Praktisi HRD, individu dengan karakter demikian lebih cenderung cocok ditempatkan di bagian Sales atau Marketing. Ia seorang marketer handal dengan karakter pendobrak bukan hanya sekedar maintenance pelanggan yang sudah ada. Pengalaman kami dalam Human Audit di beberapa perusahaan maka tipe ini adalah Marketer dan Tipe Pengusaha. Seorang Kepala Gudang di sebuah perusahaan Garment setelah kami identifikasi memiliki karakter seperti ini maka kami sarankan untuk dipindahkan ke bagian Sales. Dalam waktu 3 bulan ia mampu mengungguli sales yang telah bekerja cukup lama. Karakternya yang mudah bergaul dan menyenangkan bagi orang lain sebagai kunci utama ia sukses si bidang penjualan.

Namun perlu juga anda melakukan pengukuran untuk kecerdasan individu tersebut sebelum menempatkannya pada bagian Marketing. Pengukuran lebih difokuskan pada Kecerdasan Interpersonalnya dan sikap optimisme karyawan tersebut dengan psikotes atau anda dapat download dari internet tentang kuesioner multiple inteligence ( sebagai dasar menilai, umumnya digunakan oleh praktisi SDM ). Kami sarankan anda pergi pada seorang psikolog dan meminta jasa untuk mengidentifikasi kecerdasannya. Bila anda datang pada kami, maka kami sarankan anda mengikuti fingerprint tes karena informasinya lebih akurat.

Demikian yang dapat kami sharingkan moga bermanfaat.

Salam Sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana.

Senin, 14 Desember 2009

Fingerprint Test Membantu Proses Konseling


Fingerprint test dan Konseling.

Kisah ini berawal dari pasangan suami istri yang mengikut sertakan anaknya untuk fingerprint test. Ketika memberikan konsultasi tentang kecerdasan dan karakter anaknya maka mereka menganggap alat bantu ini mampu mendeteksi dengan akurat. Meskipun kami dengan cukup hati-hati menyampaikan level kecerdasan reasoning anaknya, yang kurang bagus sehingga disarankan untuk masuk ke IPS. Ayah si anak begitu antusias mengatakan, “ memang saya tidak berharap anak saya masuk ke jurusan IPA”. “Coba dulu saya masuk jurusan tersebut maka nasib saya sama seperti teman-teman seangkatan saya, yang sampai dengan hari ini nasibnya masih lebih saya”, kata si ayah yang menekuni bisnis garmen.

Singkat cerita, mereka meyakini alat bantu ini mampu mengidentifikasi dengan cukup baik, maka mereka berdua juga meminta untuk di Fingerprint Test. Dalam jangka waktu 1 minggu kami sampaikan laporan hasil tes pasangan tersebut dan menentukan jadual untuk konsultasinya. Mereka memilih sebuah cafe untuk pelaksanaan konsultasinya. Pada sessi konsultasi, kami menjelaskan tentang kecerdasan dan karakternya. Manakala kami sampai pada kecerdasan klasifikasi dan menyebutkan tentang gejala untuk menggambarkan dengan lebih jelas maka reaksi suaminya berbeda dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.

Gejala pada kecerdasan klasifikasinya kami gambarkan sebagai orang yang cenderung ceroboh, menempatkan sesuatu dengan cara sembarangan dan sering kali mengalami kesulitan mencari barang yang ditaruhnya sendiri. Manakala ia pergi mandi, orang dengan kecerdasan seperti ini, kurang melakukan persiapan sehingga ia cenderung meminta tolong untuk diambilkan handuk ketika selesai mandi. Sang suami menyatakan benar, “bahkan pak”, tambahnya. “ ia seringkali seperti itu, meskipun saya sudah berulang kali mengingatkannya”. Pertengkaran kecilpun mulai terjadi antara pasangan tersebut. “kalau meminta saya untuk mengembalikan handuk, ya jangan uring-uringan ( jawa = marah), kan bisa menyampaikan dengan kata yang baik”, balas istrinya. “ masak enggak (tidak) bisa menyampaikan dengan baik, atau biarkan saja nanti saya juga akan membereskanya sendiri”, semakin ketus istrinya menjawab.

Kami coba menengahi pertengkaran tersebut, “Memang tak ada masalah besar muncul tanpa didahului dengan masalah kecil, namun bapak perlu membantu istri karena itu kecerdasannya yang rendah dan dulunya kurang mendapatkan perhatian dari orang tua”. “Siapa yang enggak jengkel pak”, sang suami mencoba untuk menjelaskan. “ bapak saya pernah terkena serangan jantung, saya pulang dari kantor dan tak bisa membuka pintu rumah untuk memberikan pertolongan karena istri saya lupa menaruh kuncinya. Sampai saya meminjam gergaji dari tetangga untuk membuka pintu tersebut. Ini sudah keterlaluan”, lanjutnya. Kami mencoba menenangkan pihak istri sehingga sang suami dapat melanjutkan ceritanya,” ia sudah saya tegur berkali-kali, ia yang membeli sendiri kotak rumah kuncinya, ia juga yang menentukan dimana lokasi romah kunci tersebut di tempatkan, sampai ia juga yang memberikan kode untuk setiap anak kunci tersebut....... eh ... malah dia juga yang tidak menempatkan pada tempatnya”. Begitu sembrono sekali”. Tambahnya, “ siapa yang tidak jengkel pak”.
Setelah sang suami mengakhiri ceritanya, maka kami sampaikan bahwa orang dengan kecerdasan klasifikasi yang rendah memang mengalami kesulitan. Ibu pasti juga sudah berusah untuk berubah tetapi memang ia membutuhkan bantuan. Tak ada orang yang mendapatkan masukan yang baik, tak ingin merubah apalagi sebagai pasangan suami istri. Kalau ingin mengetahui adanya perubahan maka kita harus mengukurnya. Bisa jadi ibu sudah banyak kemajuan tetapi bapaknya masih mengatakan masih sering ceroboh. Akhirnya kedua belah pihak merasa jengkel sehingga dalam keadaan emosi pikiran tak akan bekerja optimal. Anda berdua mengalami kesulitan untuk mencari jalan keluarnya.

Kami sarankan untuk menggunakan checklist untuk mengukur tingkat perubahan perilaku sang istri yang dapat dipahami oleh sang suami. Mengisi checklist sebagai perilaku baru dan mampu membentuk kebiasaan untuk memperhatikan apa yang akan dikerjakan. Seringkali kami gunakan teknik ini untuk membantu orang –orang yang lemah di bidang klasifikasinya karena dengan teknik pengukuran ini maka keterlibatan emosi dapat diminimalisir. Bukankah mereka yang tak bisa mengukur maka mereka tak pernah bisa melakukan perubahan. Sulit bagi mereka untuk mengetahui bahwa dirinya telah mengalami perubahan.

Moga berbagi cerita mengenai fingerprint test membantu proses konseling bisa mendatangkan manfaat bagi pembaca.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.

Sabtu, 05 Desember 2009

Pentingnya memahami multiple inteligence dan karakter anak


Fingerprint Test dan Karakter

Seorang ibu datang dan menceritakan tentang sikap guru anaknya dalam memberikan pelajaran yang dipandangnya keliru. Siang itu, Daniel pulang sambil menggerutu karena salah satu soal yang dijawabnya disalahkan oleh gurunya. “ Daniel, kamu ada apa?” tanya ibunya. “Ma, aku tadi jawabnya benar tapi disalahkan”, katanya. “ Bunga sepatu kita, kan warnanya kuning ya ma?” ia bertanya sambil menggerutu. “ Ya, warnanya memang kuning, memangnya ada apa?” tanya ibunya penuh heran. “ kuning itu yellow kan ma?”. “Benar , .... lalu kenapa?” ibunya tambah heran. Aku tadi menjawab yellow tapi disalahkan sama bu guru. Katanya bu guru, bunga sepatu itu warnanya merah bukan kuning. Ibunya terdiam dan perasaannya berkecamuk, tidak terima bila penjelasan gurunya bahwa bunga sepatu itu warnanya merah. “Mungkin bu guru belum tahu kalau ada bunga sepatu berwarna kuning,” jawab ibunya untuk menenangkan pikiran yang ada dalam benak anaknya. “ Aku sudah beritahu kalau, di rumah aku punya bunga sepatu yang warnanya kuning”. Si ibu terdiam.....?????

Pembaca yang budiman, tentunya anda pernah mengalami atau mengetahui adanya kasus yang demikian. Hal ini bisa saja terjadi manakala Daniel adalah seorang anak dengan reasoning potential yang tinggi. Ia memiliki kecenderungan untuk melakukan analisa dan tak mudah percaya bila informasi yang disampaikan kepadanya sulit diterima oleh logika berpikirnya.

Disamping peringkat inteligensinya, Kami juga perlu melakukan analisis berdasarkan karakter, hal ini dikarenakan si anak menanyakan berulang kali. Daniel adalah seorang anak yang memiliki keberanian untuk bertanya bila ada sesuatu yang kurang pas dengan pertimbangannya. Namun ada anak yang memiliki karakter sebaliknya dimana ia cenderung diam dan berbicara pada dirinya bahwa pendapatnya tak salah. Anak tipe ini cenderung mengalah dan seringkali memendam apa yang tak disetujuinya, terutama bila ia seorang anak yang tertutup ( intrapersonal intelegencenya jauh melebihi kecerdasan dia dalam berelasi dengan orang lain ). Tanda gejalanya dapat diketahui dari perkataannya yang sering disampaikannya, yaitu : “aku enggak tahu ma”, “Lupa”, atau “ biasa aja ma, seperti yang sudah2 kog”.

Mengetahui peringkat multiple inteligence anak belumlah cukup bila kita tidak mengetahui karakter anak. Bagi Daniel jawaban ibunya yang kurang memuaskannya akan berdampak pada tindakan lanjutan yang ia ingin lakukan. Oleh karena itu kami sarankan pada orang tua untuk mengkomunikasikan pada gurunya tentang karakter anaknya tersebut. Hal ini disebabkan, Daniel tak akan pernah mau berhenti, sampai jawaban yang diajukannya diterima. Dikhawatirkan terjadi pembunuhan atau pelemahan karakter bawaannya sehingga ia cenderung menjadi anak yang penurut, pendiam dan memiliki daya juang yang lemah alias mudah menyerah.

Dalam session konsultasi, ada juga seorang anak yang telah menempuh jenjang pendidikan D3 Perhotelan, ia menjadi anak yang manis didepan orang tuanya. Ia duduk dengan menangkupkan kedua tangannya diantara kedua pahanya, sebagai suatu sinyal bahwa anak merasa tertekan. Manakala kami tanyakan bagaimana sikap ia ketika menonton TV, makan, mandi, bangun dari tidurnya.... ternyata semua gejala menandakan ia cenderung lamban dalam melakukan tindakan. Oleh karena itu kami juga mengujinya dengan sebuah pertanyaan perkalian untuk kelas 4 SD, yaitu 7 x 8, tetapi setelah 3 kali ditanyakan baru ia bisa menemukan jawabannya.

Sesungguhnya ia seorang anak dengan karakter tidak bisa disuruh, tetapi jauh lebih baik dengan mengemukakan alternatif tindakan dan konsekuensinya. Karena anak ini seorang anak yang bisa memotivasi dirinya sendiri. Manakala ia disuruh melakukan, bila hasilnya kurang memuaskan maka ia cenderung menyalahkan yang memberinya perintah. Berdasar cerita ringkas tersebut, tentunya penting diketahui bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan kita perlu memberikan tindakan sesuai juga dengan karakternya. Memahami karakter anak sejak dini, memudahkan orang tua untuk dapat mengidentifikasi tentang perkembangan anaknya. Adanya penyimpangan perilaku dapat diketahui dengan membandingkan informasi karakter yang didapatkan dari fingerprint test. Oleh karena itu hendaknya para orang tua dapat mengambil langkah yang tepat dalam memilih fingerprint test. Tips tentang memilih fingerprint test, kami sampaikan pada tulisan kami lainnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan bahwa fingerprint test mampu mengungkap karakter individu yang cukup berperan dalam pengembangan dirinya.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Kamis, 03 Desember 2009

Jangan Terkecoh dengan Jumlah Lembar dalam Laporan Fingerprint Test

Pertanyaan seputar
Fingerprint Test

Banyaknya jasa yang memberikan pelayanan di bidang Fingerprint Test untuk mengidentifikasi multiple inteligence, karakter, pola belajar dll. maka tingkat kompetisinya juga semakin tinggi. Ada yang memberikan harga yang jauh lebih rendah sehingga menarik bagi pelanggan. Pelanggan memang tidak memahami informasi apa sajakah yang ada dalam laporan Fingerprint Test. Sebagian besar pelanggan menyatakan “laporan Fingerprint Test sama saja”. Wajar bagi pelanggan yang menyatakan demikian, tetapi bagi kami ( sebagai analyst fingerprint test ) tentunya tidak bisa disamakan. Pelanggan tidak boleh begitu saja percaya pada informasi yang disajikan pada Fingerprint Test tetapi perlu memahami gejala-gejala perilaku melalui observasi terhadap perilaku individu yang mengikuti fingerprint test.

Biasanya gejala perilaku ini disampaikan oleh psikolog atau orang yang menjadi analyst fingerprint test karena mereka memahami tanda-tanda individu memiliki kecerdasan yang tinggi dari salah satu potensi kecerdasannya (dari 10 Kecerdasannya). Individu yang cerdas verbal tentunya suka bicara, bercerita, dan mudah menirukan dialek suatu daerah dan cenderung memiliki nilai yang baik dalam pelajaran bahasa. Individu yang cerdas dexterity tentunya suka melakukan aktifitas bongkar pasang, menyusun balok/kubus, menyukai kegiatan memasak, menggambar dan mudah untuk belajar piano/organ.

Persaingan yang tinggi juga menumbuhkan ide kreatif bagi penyedia jasa Fingerprint Test dengan menyatakan keunggulannya berdasarkan jumlah lembar dari laporan yang diterbitkannya. Ada yang mencantumkan saran belajar yang diperlukan sesuai dengan kecerdasan individu tetapi dari 7 laporan yang diterbitkan, ternyata saran yang dicantumkan dalam laporan merupakan copy paste saja. Karena dari 7 laporan fingerprint test yang diterbitkan ternyata isinya sama ( sebanyak 3 lembar ). Ada sebagian yang mencantumkan teori atau informasi seputar Fingerprint Test, sejarah berkaitan dengan digunakannya fingerprint sebagai dasar pengukuran inteligensi. Ya tentu saja sebagai bahan informasi pada pengguna jasa. Ada pula yang mencantumkan beberapa model komunikasi belajar, kemudian menyarankan tipe karakter komunikasi belajar yang sesuai bagi individu. Dengan cara demikian maka laporan yang disajikan tentu saja bertambah halamannya tetapi sesungguhnya informasi yang diberikan tidaklah banyak.

Hal yang lebih mencolok, ada juga jasa Fingerprint Test yang menyajikan 8 kecerdasan ( berarti ada 8 lembar dari semua laporan yang diterbitkan merupakan copy paste ) yang menjelaskan tentang definisi dari masing-masing kecerdasan, tanda atau gejala bila individu memiliki kecerdasan yang baik untuk setiap kecerdasan ( dari 8 kecerdasan), teknik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan tersebut, serta pilihan karir berdasarkan kecerdasan tersebut. Sesungguhnya informasi ini juga sudah ada pada buku yang menjelaskan tentang multiple inteligence.

Oleh karena itu, bila anda memilih jasa Fingerprint Test , tanyakan lebih dulu tentang karakter diri anda. Bila anda dilayani oleh Analyst Fingerprint maka ia bisa mengidentifikasi sidik jari anda secara manual dan menginformasikan karakter anda. Anda sebagai pengguna jasa Fingerprint Test dapat menilai sendiri tentang akurasinya yang dikumandangkan sampai dengan 90%. Mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan memberikan manfaat bagi pembaca.

Demikian beberapa pertanyaan seputar fingerprint test yang sering diajukan sebagai pembeda jasa layanan fingerprint test, dengan informasi ini maka diharapkan anda dapat memilih jasa layanan fingerprint test yang tepat.

Salam Sukses Selalu
Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.
seminar fingerprint analysis, taman palem jakarta.

Apa bedanya hasil psikotes dengan fingerprint tes ?

Pertanyaan seputar fingerprint test

Pertanyaan ini datang dari seorang bapak dari Lampung. Ia menganggap hasil psikotes dan fingerprint test adalah sama saja, yaitu tidak memberikan solusi dalam mengembangkan putranya. “ saya sudah mengikutkan 2 putra saya dalam tes sidik jari”, awalnya dia mendapat informasi dari istrinya yang pernah mengikuti seminar tes sidik jari. Namun mereka beranggapan harganya kog mahal. Pada suatu hari ia melihat ada papan nama yang mencantumkan harga dari fingerprint test yang jauh lebih murah. Oleh karena itu ia mengikutkan 2 putranya untuk tes.

“Tetapi saya tidak mendapatkan informasi tentang bagaimana anak saya harus dikembangkan, perlakuan apa yang dibutuhkan agar karakter anak berkembang optimal”, lanjutnya. Pada saat konsultasi, kami hanya diberikan informasi tentang gambaran kecerdasan kedua anak kami. Tetapi tidak diberikan saran tentang apa yang harus kami lakukan terhadap anak kami sehingga ia dapat berkembang optimal. Saran cara belajarnya yang auditory hanya diberikan informasi tentang harus mengoptimalkan fungsi pendengaran ketika belajar tetapi tidak diberikan tentang bagaimana cara menangani anak kami yang sulit untuk belajar. Saya sudah melupakan hasil tes tersebut karena saya beranggapan sama saja dengan anak saya yang tiap pindah sekolah mendapatkan laporan psikotes.

Berdasarkan cerita ini, dan banyak kasus keluhan yang diutarakan pada kami tentang bagaimana seharusnya fingerprint test mampu membantu orang tua dalam mengembangkan putranya. Awalnya kami banyak juga memberikan konsultasi tentang cara memahami laporan fingerprint test tetapi kini pihak principal tidak memperkenankan bila klien tidak tes ditempat kami. Sampai dengan tulisan ini dibuat, sudah ada 14 orang yang tesfingerprint ulang ditempat kami.

Sesungguhnya fingerprint tes banyak membantu orang tua untuk bisa memahami dan mengembangkan putranya, bila dilengkapi tentang karakter individu. Seorang anak yang banyak permintaannya adalah kasus yang sering diajukan oleh orang tua karena merepotkan. Tetapi perlu disadari bahwa 68% orang yang demikian atau gambar sidik jarinya menyerupai huruf S ( atau Composite Whorl ) adalah pengusaha dan Marketer handal. Oleh karena itu kami sarankan agar orang tua memberikan padanya tabungan belanja agar anak dapat belajar mengendalikan diri bukan dikendalikan oleh orang tuanya. Menghadapi karakter anak yang demikian maka sebaiknya orang tua tidak memberikan perintah tetapi lebih memberikan alternatif pilihan karena anak ini tergolong orang yang bisa memotivasi dirinya sendiri (self motivation). Bila ia berperilaku yang kurang diharapkan maka teknik “adik tidak kasihan sama mama” suatu ungkapan yang sering diutarakan oleh orang tua, kurang berhasil dalam meyakinkan dia. Dia adalah tipe anak yang apabila diberi janji maka ia juga kuat sekali dalam menagih janjinya. Menghadapi anak yang demikian maka lebih efektif dengan ia mengutarakan janji. Hendaknya orang tua tidak cepat mengambil kesimpulan manakala anak bersedia patuh dengan anggukan kepala, karena makna anggukan kepala bagi anak belum tentu sama dengan orang tuanya. Janji tersebut harus diutarakannya secara lisan. “bukankah apa yang keluar dari mulut adalah ungkapan yang berasal dari hatinya”.

Disinilah letak perbedaannya, dimana tidak semua fingerprint test sama. Anak yang dominan belajar secara visual maka lebih baik ia menggunakan gambar atau warna. Buku hendaknya beli yang baru, dimana buku warisan kurang efektif dan dapat mengganggu emosi anak terutama bagi anak yang karakter visualnya akurat terhadap perbedaan warna dan garis. Anak yang demikian hendaknya minimal sehari sekali memijat hidung atasnya dan membuat lingkaran diseputar mata, serta menggunakan tangannya membentuk angka delapan tidur sebelum membaca atau ketika mengalami kesulitan mencerna materi yang dibacanya, terutama bagi mereka yang middle brain maka lebih banyak latihan keseimbangan yang dibutuhkan (brain gym, prof P. Denison).

Oleh karena itu apabila anda ingin mengikut sertakan anak pada fingerprint test, tanyakan lebih dulu tentang kemampuan analyst dalam membaca sidik jari anda dan membaca karakter anda. Bila ia menyampaikan bahwa anda tergolong orang yang baik, bisa mengalah, cenderung menghindari konflik terbuka, maka tanyakan lebih lanjut. Gaya memimpin anda adalah layaknya sebagai keluarga, menyukai harmoni dan cenderung menegur dengan berdasarkan atas peraturan bukan ketidak setujuan anda atas penyimpangan yang terjadi, lanjutkan. Namun dalam berbicara anda tergolong orang yang suka berbicara langsung tanpa berbelit, atau orang bilang “to The Point”, cenderung menyukai situasi formal dan persiapan yang matang sebelum berbicara serta lebih menyukai berbicara berdasar data maka... lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan sampai anda meyakini bahwa akurasinya sampai dengan 90%. Anda sendiri yang membuktikan tingkat akurasi dari fingerprint test tersebut. Mengenai akurasi dalam mengidentifikasi inteligensi tentunya anda dapatkan ketika konsultasi dengan psikolog atau analyst fingerprint dengan memahami gejala tentang kecerdasan tersebut dikatakan tinggi.

Demikian yang bisa kami sumbangkan agar kita semua bisa memilih dengan tepat.

Nb. Anda bisa dapatkan info detail multiple inteligence by fingerprint analysis melalui CD kami, atau permintaan anda melalui email akan kami kami kirimkan free.

Salam Sukses selalu
Drs.psi. Reksa Boeana