Halaman

Kamis, 11 Februari 2010

Apakah Laporan Tes Fingerprint Perlu dikirimkan ke luar negeri?

Apakah Betul Laporan Harus dikirimkan ke luar negeri ?

- Ada beberapa jasa fingerprint test yang laporannya dikirimkan ke Singapura, Malaysia atau Taiwan. Hal ini karena investasi programnya yang mahal dan dibutuhkan pelatihan khusus bagi analyst fingerprint serta pengalaman dalam melihat sidik jari orang lain yang cukup banyak.

- Ditempat kami Hasil fingerprint test tidak perlu dikirimkan ke luar negeri karena team kami memiliki 3 analyst fingerprint. Hasil fingerprint test yang dikirimkan keluar negeri biasanya laporannya dalam bentuk bahasa Inggris bahkan ada yang bahasa Mandarin. Kita sendiri juga sudah cukup paham bila bahasa laporan tes menggunakan istilah psikologis yang kadang sulit dipahami. Penterjemahan yang dilakukan bukan oleh psikolog yang paham maksud dari analisa sidik jari, bisa berbeda artinya.

- Scan Sidik Jari sampai dengan saat ini masih dilakukan oleh analyst fingerprint yang juga lulusan psikologi.

Buat apa Tes Sidik Jari ?


Buat apa tes sidik jari, lebih baik saya berikan banyak ketrampilan pada anak?
Ada beberapa orang tua yang berpendapat demikian. Boleh saja orang berpendapat tetapi yang perlu dipertimbangkan bahwa setiap segala sesuatu yang ada didunia selalu diciptakan terbatas,tak ada yang kekal. Oleh karena itu setiap individu juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Perlakuan yang diberikan pada anak dengan mengikut sertakan pada banyak kegiatan bisa saja dilakukan asalkan anak dapat dengan senang menjalankannya dan bukan sebagai beban bagi anak.Beberapa kasus yang dijumpai adalah setelah dilakukan fingerprint tes mereka menyalahkan orang tuanya yang mengharuskan ia bisa dan trampil bermain organ seperti adiknya. Nada protes yang disampaikan ini sebagai tanda bahwa anak kurang memiliki kecerdasan yang baik ketrampilan tangannya. Sebagian kecil, pada akhirnya juga diikut sertakan tes karena orang tuanya memandang anaknya kurang memiliki bakat meskipun sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh ketrampilan. Sesungguhnya bukan anak tidak memiliki bakat tetapi banyaknya
penugasan tersebut membuat anak stress sehingga kurang bisa menampilkan bakatnya.

Tentunya untuk dapat menguasai suatu ketrampilan dengan baik, maka diperlukan fokus dan konsistensi untuk menjalankannya. Membekali anak dengan banyak ketrampilan yang kurang sesuai dengan potensinya adalah tindakan yang kurang tepat karena anak tidak begitu mahir untuk banyak hal yang dikuasainya. Bila hasilnya sesuatu yang biasa maka tindakan demikian adalah suatu pemborosan dimana pada akhirnya yang didapatkan adalah hal biasa yang banyak orang juga bisa lakukan. Disamping itu bagi anak yang kurang potensi dibidang yang ditekuninya maka sulit untuk mendapatkan kebanggaan terhadap dirinya yang pada akhirnya berpengaruh pada pembentukan self esteem sehingga tumbuh menjadi anak yang pemalu.

Cobalah kita perhatikan. Anak yang berbakat musik dan kurang berbakat bidang musik, diberikan pengajaran yang sama. Tentu hasil yang didapatkan berbeda. Anak yang berbakat akan lebih cepat menguasai. Kecepatan penguasaan ini sangat berpengaruh pada harga diri anak tersebut.Baginya ada sesuatu yang dapat dibanggakan. Kecepatan anak untuk dapat menguasai dan bisa tampil akan meningkatkan rasa percaya dirinya bahwa ia mampu melakukan dengan yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Disamping itu, anak yang berbakat musik, tentunya bisa mengembangkan apa yang dipelajarinya. Ia tidak hanya terbatas pada apa yang diberikan oleh gurunya tetapi ia bisa menciptakan kreasi sendiri dan ini pasti lebih membanggakan dirinya. Sedangkan anak yang kurang berbakat, membutuhkan waktu lama dan mendapatkan respon yang kurang baik dari lingkungan belajarnya. Stimulasi yang kurang tepat menciptakan kesan “aku tidak pandai, aku tidak bisa, aku tidak seperti dia”, kondisi ini melemahkan semangatnya dan ia menjadi orang yang mudah patah semangat, daya juangnya kurang. Bukankah banyak kasus yang terjadi pada Sumber Daya Manusia untuk permasalahan daya juang ini. Dimana banyak pekerja yang mudah mengeluh dan kurang kreatif ketika menghadapi persoalan.

Senin, 08 Februari 2010

Optimalisasi Belajar sesuai Kecerdasan

Individu yang di identifikasi tinggi dalam kecerdasan imajinasinya berdasarkan fingerprint report atau memiliki ciri : peka rasa, suka menggubah lagu, menggambar abstrak (interaksi dengan kecerdasan lainnya) dapat memanfaatkan kecerdasan imajinasinya dalam belajar. Melalui kecerdasan tertinggi individu akan dapat dengan cepat belajar.

Seorang bidan dapat membayangkan letak posisi bayi manakala melakukan pemeriksaan dengan rabaan atau pemeriksaan ke dalam. Peranan kecerdasan imajinasi ini sangat membantu dalam membuat gambaran di benak. Individu yang kurang kecerdasan imajinasinya tentunya mengalami kesulitan untuk membayangkan.

Tingginya kecerdasan ini, dapat pula dimanfaatkan untuk belajar. Individu yang tinggi kecerdasan imajinasinya disarankan belajar dengan membaca ringkasan terlebih dahulu sehingga tercipta di dalam benak gambaran apa yang akan dipelajarinya (aktivasi otak kanan). Kemudian ia membaca materi pelajaran dari awal.

Individu ini juga dapat menciptakan gambaran, ia belajar dengan cara membayangkan kejadian belajar dengan melakukan pengulangan sebelum tidur atau membawanya dalam mimpi. Tentunya setelah ia melakukan belajar dengan modalitas kecerdasan lainnya yang juga memiliki level cukup tinggi.

Apabila anda mengalami kesulitan, maka buatlah badan anda rileks dan lakukan kembali. Maka materi pelajaran yang anda pelajari akan muncul dengan sendirinya dalam benak anda. Awalnya akan terlihat dalam durasi yang pendek. Lakukan terus kebiasaan ini maka anda akan bisa menikmati cara belajar yang baru dengan durasi panjang. ... selamat mencoba.

Salam Sukses Selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Minggu, 07 Februari 2010

Multiple Intelligence dan Daya Ingat

Daya ingat seseorang dapat diidentifikasi melalui multiple intelligence by fingerprint analysis. orang mengingat dan menyimpan informasi di dalam otaknya berupa gambar dan bukan kata-kata. oleh karena itu kita lebih mudah mengingat wajah seseorang dibandingkan namanya. Seringkali kita merasa pernah bertemu dengan orang tersebut tetapi kita lupa akan namanya.

Oleh karena itu ada 2 kecerdasan yang berpengaruh dalam membantu individu untuk mengingat. Kecerdasan yang menciptakan gambar atau kecerdasan imajinasi dan kecerdasan visual yang mengingat dalam bentuk gambar. Individu yang kecerdasan imajinasi dan visualnya berada pada ranking 1 sampai dengan 7 adalah individu yang memiliki daya menyimpan informasi dengan jauh lebih baik.

Manakala kita diminta untuk melakukan visualisasi atas tujuan kita maka tidak semua orang bisa melakukan permintaan ini. Orang dengan daya imajinasi yang baik akan lebih mudah menciptakan gambaran mental di dalam benaknya. Individu ini juga dapat membayangkan bagaimana belajar suatu mata pelajaran yang telah dipelajarinya dan menciptakan di dalam mimpinya, seakan2 dia belajar berulang-ulang atas materi yang dipelajarinya. Bila anda tahu kecerdasan anda maka anda dapat memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengoptimalkan tindakan anda.

Lalu bagaimana dengan orang yang kecerdasan imajinasi dan visualnya tidak terlalu tinggi. Individu ini perlu memanfaatkan kecerdasan reasoningnya atau yang lebih tinggi dengan menggunakan asosiasi. Sehingga manakala ia melihat sesuatu maka ia menghubungkan dengan apa yang pernah dipelajarinya. Bagi seorang siswa maka untuk menghafalkan rumusan sinus cosinus... dapat menggunakan hukum pitagoras atau ia dapat mengingat angka 3 , 4, 5 bila rumusnya lupa.

Langkah lain bisa dibuat adalah dengan membuat catatan dan memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan persoalannya dengan tanpa menunda. Sesungguhnya yang membawa diri manusia sukses adalah kebiasaan yang diciptakannya melalui tindakan yang dilakukan berulang-ulang atau secara konsisten. Bukanlah yang sesekali yang engkau lakukan yang dapat membuat dirimu berbeda tetapi yang engkau lakukan setiap harilah yang menjadikan dirimu berbeda.

Salam sukses selalu

Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Senin, 25 Januari 2010

Otak Tengah lebih Unggul dari Otak kiri dan kanan?

Apakah Betul Otak Tengah lebih unggul dari yang lainnya?

Banyak pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan dominasi otak. Informasi yang kurang tepat adalah dimana adanya asumsi bahwa otak tengah lebih unggul daripada otak kiri dan otak kanan. Informasi tentang dominasi otak juga dapat diidentifikasi dengan menggunakan fingerprint test.

Bila kita melihat gejala dari dominasi otak maka ada anak yang seringkali kalau tidur malam hari, jam tidurnya seringkali tidak konsisten. Manakala orang tuanya belum tidur maka mereka cenderung untuk mengikuti pola orang tuanya. Anak sering bercerita khayal bukan bermaksud untuk menipu tetapi ia ingin menyampaikan apa yang dilihat di alam imajinasinya kepada orang lain. Anak seperti ini didominasi oleh otak kanan. Pada saat remaja atau dewasa maka apabila anda lebih banyak didominasi dengan tindakan spontan manakala menyelesaikan masalah dibandingkan anda harus berpikir terus menerus dan menghendaki detail tindakannya, maka anda tergolong individu yang didominasi oleh otak kanan.

Individu dengan dominasi otak kiri lebih menyukai keteraturan dalam tindakannya. Mereka lebih banyak mengandalkan perhitungan dalam melakukan tindakan. Segala sesuatunya dipikirkan secara detail sebelum dilaksanakan. Bisa jadi anda memberikan kesimpulan bahwa individu tersebut seorang “ good planner”, berdasarkan informasi Fingerprint test maka seorang good planner juga perlu dipertimbangkan dominasi faktor psikologisnya dan dimensi planning atau kecerdasan logika matematika dan imajinasinya. Bukan hanya sekedar bila ia didominasi oleh otak kirinya saja.

Sedangkan otak Tengah atau sering disebut Middle Brain, menggunakan ke dua belah otaknya kanan dan kiri dalam melakukan tindakan. Namun bila tidak diberikan latihan yang cukup untuk menyeimbangkan kedua otaknya maka individu dengan dominasi middle brain cenderung menjadi seorang yang peragu dalam mengambil tindakan. Anda juga dapat melihat gejalanya pada orang yang membaca sebuah naskah, dimana bila selesai membaca 1 paragraf maka individu ini cenderung ingin mengulasi materi yang dibaca karena ia memiliki pola berpikir kiri, kiri, kiri, kemudian kanan. Atau ia mendeteksi kata per kata dari materi yang dibacanya ( mengandalkan otak kiri) setelah selesai 1 paragraf maka otak kanannya mulai menanyakan tentang pemahaman kalimat yang dibaca, bila tidak memahami maka perlu diulang kembali.

Tak ada yang isntan di dunia ini. Semua kapasitas yang diberikan pencipta adalah luar biasa. Semua menjadi mahir menggunakannya manakala mereka menjalani latihan. Semua juara lahir karena mereka berlatih lebih keras untuk menjadi unggul. Bila anda di dominasi otak kanan maka bacalah resume atau kesimpulan lebih dulu kemudian membayangkan peristiwanya sebelum membaca suatu naskah maka anda akan mendapatkan pemahaman lebih baik. Segala sesuatu yang seimbang tentunya baik..
Demikian sharing yang dapat disampaikan, moga bermanfaat.

Salam sukses selalu

Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Senin, 18 Januari 2010

Mengembangkan kecerdasan Logika Matematika

Banyak orang tua yang stress manakala mengetahui anaknya memiliki kecerdasan logika matematika yang rendah. Hal ini karena adanya persepsi yang kuat dimasyarakat bahwa cerdas diidentikkan dengan nilai matematikanya yang baik. Banyak orang tua yang membanggakan tentang nilai matematika anaknya yang tinggi. Ada sebagian yang kecewa dengan nilai psikotes anaknya yang rendah. Sebenarnya nilai atau skor IQ tidaklah menentukan anak sukses dimasa depan. Banyak contoh dimana anak dianggap bodoh dan dikeluarkan dari sekolah tetapi bisa sukses di dunia kehidupannya.

Setiap anak adalah cerdas. Kalau dia rendah di logika matematika maka ia memiliki kecerdasan yang tinggi disisi lainnya, musik misalnya. Oleh karena itu orang tua perlu mengenali bakat anak sejak dini dan fokus pada kelebihan anak. Jangan tuntut anak melebihi daripada kapasitas dirinya. Sesungguhnya yang membantu anak sukses bukanlah nilai atau skor tetapi kebiasaan yang dibentuk sejak dini. Kebiasaan membacanya yang baik, pasti akan membantu anak mengatasi persoalan hidup dimasa dewasanya. Kebiasaannya menjalin relasi, akan menolong dia ketika mengatasi sebuah persoalan.

Jumlah latihan menentukan kecepatan respon yang baik, termasuk dalam pelajaran matematika. Cepat tanggap dapat dilatih, tetapi kecerdasannya tetap tak berubah. Untuk anak dengan kecerdasan logikanya rendah maka diperlukan latihan contoh soal yang banyak. Manakala latihan tak dilakukan lagi maka anak tersebut menjadi kurang tanggap terhadap soal logika yang diberikan kepadanya. Pengalaman terhadap para sarjana yang diberikan soal logika kelas 5 SD membuktikan adanya pengaruh kecerdasan logika matematika. Berbeda dengan individu yang memiliki kecerdasan logika matematika yang tinggi maka mereka masih memiliki ingatan yang baik dalam menyelesaikan persoalan logika yang diberikan kepadanya. ( baca tulisan lain dalam blog ini ).

Jumlah latihan dapat memperbaiki nilai matematika anak telah dibuktikan oleh banyak kursus yang mengajarkan berbagai metode. Kumon lebih menekankan jumlah latihan dengan banyak soal dengan target waktu tertentu. Aritmatika (simpoa) mengajarkan berhitung dengan cara membayangkan(kecerdasan imajinasi). Mereka hanya diajarkan tentang kecepatan menghitung operasi tambah, kurang, kali, bagi. Namun dapat meningkatkan nilai matematika anak. Kursus lainnya lebih mengandalkan pengembangan logika anak. Manakah yang terbaik????? Tentunya perlu disesuaikan dengan kecerdasan anak itu sendiri karena semua metode adalah baik dan telah teruji.
Dr. Kawashima mengajarkan agar otak orang dewasa terjaga kemampuannya hanya dengan cara yang sangat sederhana. Anda berhitung dengan kecepatan tinggi dari 1 sampai 120. Teknik kedua yaitu menghitung angka terbalik dari 100 menuju nol. Reksa dalam mind fokus exercisenya menghitung turun dan naik dengan menggunakan suatu gerakan. Banyak kemajuan dari anak yang disarankan menggunakan metode latihan kecepatan menghitung angka. Pokok persoalannya adalah bagaimana kita menantang otak untuk bekerja lebih keras maka sinaps di pre frontal lobe kita bertambah. Khusus untuk matematika maka bukan anak tak mengerti tentang soal yang diberikan tetapi mereka menjadi kurang teliti karena jumlah latihannya kurang. 60% kasus anak mendapatkan nilai buruk karena mereka tidak teliti bukan mereka tidak mengerti. Latihan kecepatan membuat mereka menjadi lebih teliti.

Metode pengajaran juga perlu diperhatikan. Metode yang salah menciptakan rasa pesimis anak sehingga ia menganggap dirinya “tak bisa” dan menumbuhkan daya juang yang lemah. Anak menjadi mudah putus asa manakala diberikan persoalan yang sedikit lebih sulit. Disamping kecerdasan yang dimiliki (multiple intelligence) maka faktor daya juang juga sangat menentukan anak sukses dimasa depan (Adversity Quotion, jadi disamping IQ,EQ, diperlukan juga AQ, mau ditambah SQ juga boleh deh). Banyak orang tua yang mengajarkan berhitung lebih mengutamakan urutan angkanya bukan mengajarkan anak memahami konsepnya. Urutan angka 1 sampai dengan 10 lebih diutamakan, dibandingkan “ini berapa?” (sambil menunjukkan jarinya). Sang Anak menjawab” dua” dan respon yang diberikan orang tua “bukan”. Anak menjawab “tiga” dan orang tua merespon “salah”. Kemudian anak menjawab “empat”. Orang tua merespon dengan gembira “ benar.... adik pandai sekali”. Cara ini mengajarkan pada anak untuk mengetahui urutan bukan konsep. Hal ini nampak pada anak usia SD kelas 3-4 yang masih menggunakan jari jemari mereka manakal ditanya operasi penjumlahan. Mereka “menyengaja” untuk berpikir lambat agar tidak salah.

Manakala mengajarkan konsep perkalian (baca artikel lain dalam blog ini), banyak orang tua mewariskan ajaran nenek moyangnya yaitu menghafalkan perkalian 1 sampai 10. Pada waktu itu, kita belajar dan sekarang bisa menghafalkan perkalian.” Tak ada masalah dengan pengajaran seperti itu”, sergah seorang ibu dalam sessi konsultasi. Perlu disadari bahwa jaman telah berubah. Permainan anak jaman dulu berbeda dengan anak jaman sekarang. Permainan yang dilakukan oleh anak jaman dulu dapat meningkatkan daya juang anak, sehingga anak tak mudah putus asa (baca perubahan sistem pengajaran fokus CALISTUNG). Mereka dapat melakukan katarsis atas beban psikologis mereka dalam permainan, mereka bebas berteriak serta adu debat ketika ada yang curang dalam permainan.

Coba perhatikan dengan anak jaman ini. Mereka lebih banyak menyendiri dan lebih asik dengan permainannya dengan menekan tombol2 dalam suara bisu mereka. Manakala mereka berteriak, maka teguranpun datang. “jangan teriak-teriak begitu dong kalau main games”, kata orang yang kita semua tak tahu darimana suara itu berasal karena tak pernah menyadarinya. Manakala mengajarkan perkalian 1 maka anak dengan penuh semangat belajar karena mereka tak pernah berbuat kesalahan. Manakala belajar perkalian 2 maka anak merasa sedikit tidak bisa. Manakala belajar perkalian 3 maka anak merasa banyak yang tak bisa. Manakala belajar perkalian 4, sang anak menyatakan dirinya tak pandai. Hal ini nampak pada anak, meskipun ia sudah sekolah di SLTA. Tanda atau gejalanya yaitu ia memperlambat kerja otaknya manakala diberikan soal perkalian. Oleh karena itu pembentukan unsur daya juang dan menumbuhkan minat terhadap matematika perlu ditumbuhkan dengan banyaknya keberhasilan ketika anak belajar. Kami sendiri sering memberikan bantuan dengan mengajarkan perkalian dengan urutan 1, 10, 9, 5, 2, perkalian yang sama. Manakala belajar dengan urutan ini anak menjadi senang dan ingin belajar. Lakukan belajar secara bertahap dengan kecepatan tinggi. Kemudian melanjutkan dengan pelajaran perkalian 3, 4, 6, 7, 8.

Orang tua tidak memerlukan waktu banyak dalam mengajarkan anak tentang konsep perkalian dengan cara ini. Dalam waktu maksimal 2 bulan, anak telah menguasai perkalian dengan mahir. Manakala ia kurang lancar untuk perkalian 6,7,8 maka ajarkan anak dengan metode jarimatika. Tetapi penggunaan metode ini cukup dilakukan dalam periode maksimal 3 bulan. Untuk berikutnya anak harus cepat menghafalkan perkalian tanpa bantuan jarinya.

Demikian yang dapat kami sharingkan, mudah2an banyak mendatangkan manfaat bagi pembaca, khususnya pada orang tua yang mengetahui level kecerdasan reasoning putranya melalui fingerprint test. Tak perlu khawatir karena untuk sukses dibutuhkan latihan. Seseorang menjadi juara ditentukan oleh jumlah latihannya. Jumlah latihan jauh lebih besar daripada kejuaraan itu sendiri.

Salam Sukses Selalu
Drs. Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Minggu, 10 Januari 2010

Seminar fingerprint Test


Seminar fingerprint Test.

Bagi yang berminat untuk mengundang kami sebagai pembicara dalam seminar multiple intelligence by Fingerprint Analysis, berikut ini ada ketentuan yang perlu diketahui sebagai berikut :

1. Mengundang peserta yang berminat untuk memahami fingerprint test minimal 20 peserta.
2. Bila mengundang peserta tanpa membebankan biaya pada peserta maka berlaku :
• Mengundang peserta dengan keperluan bisnis tertentu atau keperluan bisnisnya, maka ada fee trainer yang akan diperhitungkan tersendiri.
• Free training, wajib membeli CD multiple intelligence by fingerprint test sejumlah 30 keping dengan biaya penggantian Rp. 300.000,-
3. Bila mengundang peserta dengan membebankan biaya pada peserta berlaku ketentuan :
• Biaya yang dibebankan ke peserta sampai dengan Rp.50.000,- maka fee trainer sebesar Rp. 1.500.000,00 dan wajib membeli CD sejumlah peserta agar dapat memahami materi yang disampaikan.
• Biaya yang dibebankan ke peserta diatas Rp. 50.000,00 maka wajib membeli CD sejumlah peserta dan fee trainer sebesar 20% dari biaya kepesertaan.
4. Ketentuan ini tidak berlaku bagi agen atau perwakilan Smart Business Solution sesuai dengan kontrak kerjasama yang telah dituangkan dalam proposal kerjasama.
5. Jadual penyelenggaraan disampaikan dan dikonfirmasikan kepada pihak kami paling lambat 3 minggu sebelumnya.
6. Menanggung biaya transportasi dan akomodasi trainer dan analyst fingerprint (2orang).

Demikian yang dapat kami sampaikan, agar dapat dipahami.


Salam Sukses Selalu
Drs. Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.