Berapakah tingkat Akurasinya ?
- Tingkat akurasinya sampai dengan 90 %. Hal ini dikarenakan sidik jari individu tidak berubah sepanjang hidupnya. Sidik jari individu unik, tidak ada yang sama oleh karena itu dijadikan sebagai identitas dirinya.
- Bila dibandingkan dengan psikotes maka hasil psikotes berubah-ubah ditentukan oleh jumlah latihan (belajar), kondisi kesehatan dan emosi individu. Sedangkan fingerprint tes lebih mengungkapkan tentang potensi dasar (bawaan) yang ada pada individu sejak dilahirkan.
- Anda dapat mengukur sendiri tingkat akurasinya bila anda dilayani oleh analyst fingerprint. Seorang analyst mampu mengidentifikasi karakter anda dengan melihat pola sidik jari anda.
- Pada saat konsultasi maka anda dapat mengukur tingkat akurasinya ketika konselor memberikan gejala atau tanda-tanda perilaku pada anak atau diri anda
Kamis, 11 Februari 2010
Apakah Fingerprint Test itu ?
Apakah Fingerprint Test itu ?
Salah satu metode untuk identifikasi inteligensi dan karakter dengan melakukan pengukuran dan analisis atas pola sidik jari individu. Pola guratan sidik jari dapat mengidentifikasi jenis kecerdasan yang menonjol dan karakter seseorang.
Pengambilan sidik jari melalui scan pada seluruh jari individu. masing-masing jari memberikan informasi tentang kecerdasan yaitu :
a. Jempol kanan : Kecerdasan Intrapersonal
b. Telunjuk Kanan : Kecerdasan Reasoning
c. Jari Tengah Kanan : Kecerdasan Dexterity
d. Jari Manis Kanan : Kecerdasan Verbal
e. Jari Kelingking : Kecerdasan Klasifikasi
f. Jempol Kiri : Kecerdasan Interpersonal
g. Telunjuk Kiri : Kecerdasan Imajinasi
h. Jari Tengah Kiri : Kecerdasan Physical Expression
i. Jari Manis Kiri : Kecerdasan Musik
j. Jari Kelingking Kiri : Kecerdasan Visual
Apa saja yang dapat diperoleh dari Tes Sidik Jari ?
Cukup banyak informasi yang didapatkan dari fingerprint tes namun tidak semua fingerprint test menghasilkan laporan yang sama. Hal ini ditentukan oleh hasil penelitian yang dilakukan melalui psikotes dan alat pengukur perilaku lainnya. sedangkan informasi yang dapat diidentifikasi adalah yaitu :
1. Ranking kecerdasan dari multiple inteligence individu
2. Kecepatan otak dalam menangkap dan informasi baru
3. Kapasitas otak, dimana informasi ini berguna untuk menentukan bidang karir untuk anak ( praktikal atau konseptual), memberikan informasi secara bertahap atau cukup banyak sekaligus.
4. Dominasi otak, kiri, tengah atau kanan. Yang berguna untuk mengetahui kecenderungan berpikir individu sehingga kita bisa menyesuaikannya.
5. Karakter intrapersonalnya, interpersonal, berpikirnya, imajinasi, ketrampilan tangan, dalam mengekspresikan diri, karakter bicaranya, musik, visual dan karakter klasifikasinya.
6. Learning style
7. Saran untuk mengoptimalkan belajarnya.
8. Tipe belajar : auditory, visual, sensory.
9. Working atribut, informasi tentang pola kerja individu dan kecenderungannya dalam bekerja.
10. Leadership style, gaya dalam kepemimpinannya.
11. Gaya individu dalam membelanjakan uang.
12. Pola memotivasi diri individu sehingga tahan terhadap stress.
13. Informasi managerial skill
14. Saran pemilihan jurusan
15. Saran kegiatan sekolah yang dibutuhkan
16. Pilihan karir berdasarkan kecerdasannya.
Cukup banyak informasi yang didapatkan dari fingerprint tes namun tidak semua fingerprint test menghasilkan laporan yang sama. Hal ini ditentukan oleh hasil penelitian yang dilakukan melalui psikotes dan alat pengukur perilaku lainnya. sedangkan informasi yang dapat diidentifikasi adalah yaitu :
1. Ranking kecerdasan dari multiple inteligence individu
2. Kecepatan otak dalam menangkap dan informasi baru
3. Kapasitas otak, dimana informasi ini berguna untuk menentukan bidang karir untuk anak ( praktikal atau konseptual), memberikan informasi secara bertahap atau cukup banyak sekaligus.
4. Dominasi otak, kiri, tengah atau kanan. Yang berguna untuk mengetahui kecenderungan berpikir individu sehingga kita bisa menyesuaikannya.
5. Karakter intrapersonalnya, interpersonal, berpikirnya, imajinasi, ketrampilan tangan, dalam mengekspresikan diri, karakter bicaranya, musik, visual dan karakter klasifikasinya.
6. Learning style
7. Saran untuk mengoptimalkan belajarnya.
8. Tipe belajar : auditory, visual, sensory.
9. Working atribut, informasi tentang pola kerja individu dan kecenderungannya dalam bekerja.
10. Leadership style, gaya dalam kepemimpinannya.
11. Gaya individu dalam membelanjakan uang.
12. Pola memotivasi diri individu sehingga tahan terhadap stress.
13. Informasi managerial skill
14. Saran pemilihan jurusan
15. Saran kegiatan sekolah yang dibutuhkan
16. Pilihan karir berdasarkan kecerdasannya.
Apakah Laporan Tes Fingerprint Perlu dikirimkan ke luar negeri?
Apakah Betul Laporan Harus dikirimkan ke luar negeri ?
- Ada beberapa jasa fingerprint test yang laporannya dikirimkan ke Singapura, Malaysia atau Taiwan. Hal ini karena investasi programnya yang mahal dan dibutuhkan pelatihan khusus bagi analyst fingerprint serta pengalaman dalam melihat sidik jari orang lain yang cukup banyak.
- Ditempat kami Hasil fingerprint test tidak perlu dikirimkan ke luar negeri karena team kami memiliki 3 analyst fingerprint. Hasil fingerprint test yang dikirimkan keluar negeri biasanya laporannya dalam bentuk bahasa Inggris bahkan ada yang bahasa Mandarin. Kita sendiri juga sudah cukup paham bila bahasa laporan tes menggunakan istilah psikologis yang kadang sulit dipahami. Penterjemahan yang dilakukan bukan oleh psikolog yang paham maksud dari analisa sidik jari, bisa berbeda artinya.
- Scan Sidik Jari sampai dengan saat ini masih dilakukan oleh analyst fingerprint yang juga lulusan psikologi.
- Ada beberapa jasa fingerprint test yang laporannya dikirimkan ke Singapura, Malaysia atau Taiwan. Hal ini karena investasi programnya yang mahal dan dibutuhkan pelatihan khusus bagi analyst fingerprint serta pengalaman dalam melihat sidik jari orang lain yang cukup banyak.
- Ditempat kami Hasil fingerprint test tidak perlu dikirimkan ke luar negeri karena team kami memiliki 3 analyst fingerprint. Hasil fingerprint test yang dikirimkan keluar negeri biasanya laporannya dalam bentuk bahasa Inggris bahkan ada yang bahasa Mandarin. Kita sendiri juga sudah cukup paham bila bahasa laporan tes menggunakan istilah psikologis yang kadang sulit dipahami. Penterjemahan yang dilakukan bukan oleh psikolog yang paham maksud dari analisa sidik jari, bisa berbeda artinya.
- Scan Sidik Jari sampai dengan saat ini masih dilakukan oleh analyst fingerprint yang juga lulusan psikologi.
Buat apa Tes Sidik Jari ?
Buat apa tes sidik jari, lebih baik saya berikan banyak ketrampilan pada anak?
Ada beberapa orang tua yang berpendapat demikian. Boleh saja orang berpendapat tetapi yang perlu dipertimbangkan bahwa setiap segala sesuatu yang ada didunia selalu diciptakan terbatas,tak ada yang kekal. Oleh karena itu setiap individu juga memiliki kelebihan dan kelemahan.
Perlakuan yang diberikan pada anak dengan mengikut sertakan pada banyak kegiatan bisa saja dilakukan asalkan anak dapat dengan senang menjalankannya dan bukan sebagai beban bagi anak.Beberapa kasus yang dijumpai adalah setelah dilakukan fingerprint tes mereka menyalahkan orang tuanya yang mengharuskan ia bisa dan trampil bermain organ seperti adiknya. Nada protes yang disampaikan ini sebagai tanda bahwa anak kurang memiliki kecerdasan yang baik ketrampilan tangannya. Sebagian kecil, pada akhirnya juga diikut sertakan tes karena orang tuanya memandang anaknya kurang memiliki bakat meskipun sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh ketrampilan. Sesungguhnya bukan anak tidak memiliki bakat tetapi banyaknya
penugasan tersebut membuat anak stress sehingga kurang bisa menampilkan bakatnya.
Tentunya untuk dapat menguasai suatu ketrampilan dengan baik, maka diperlukan fokus dan konsistensi untuk menjalankannya. Membekali anak dengan banyak ketrampilan yang kurang sesuai dengan potensinya adalah tindakan yang kurang tepat karena anak tidak begitu mahir untuk banyak hal yang dikuasainya. Bila hasilnya sesuatu yang biasa maka tindakan demikian adalah suatu pemborosan dimana pada akhirnya yang didapatkan adalah hal biasa yang banyak orang juga bisa lakukan. Disamping itu bagi anak yang kurang potensi dibidang yang ditekuninya maka sulit untuk mendapatkan kebanggaan terhadap dirinya yang pada akhirnya berpengaruh pada pembentukan self esteem sehingga tumbuh menjadi anak yang pemalu.
Cobalah kita perhatikan. Anak yang berbakat musik dan kurang berbakat bidang musik, diberikan pengajaran yang sama. Tentu hasil yang didapatkan berbeda. Anak yang berbakat akan lebih cepat menguasai. Kecepatan penguasaan ini sangat berpengaruh pada harga diri anak tersebut.Baginya ada sesuatu yang dapat dibanggakan. Kecepatan anak untuk dapat menguasai dan bisa tampil akan meningkatkan rasa percaya dirinya bahwa ia mampu melakukan dengan yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Disamping itu, anak yang berbakat musik, tentunya bisa mengembangkan apa yang dipelajarinya. Ia tidak hanya terbatas pada apa yang diberikan oleh gurunya tetapi ia bisa menciptakan kreasi sendiri dan ini pasti lebih membanggakan dirinya. Sedangkan anak yang kurang berbakat, membutuhkan waktu lama dan mendapatkan respon yang kurang baik dari lingkungan belajarnya. Stimulasi yang kurang tepat menciptakan kesan “aku tidak pandai, aku tidak bisa, aku tidak seperti dia”, kondisi ini melemahkan semangatnya dan ia menjadi orang yang mudah patah semangat, daya juangnya kurang. Bukankah banyak kasus yang terjadi pada Sumber Daya Manusia untuk permasalahan daya juang ini. Dimana banyak pekerja yang mudah mengeluh dan kurang kreatif ketika menghadapi persoalan.
Senin, 08 Februari 2010
Optimalisasi Belajar sesuai Kecerdasan
Individu yang di identifikasi tinggi dalam kecerdasan imajinasinya berdasarkan fingerprint report atau memiliki ciri : peka rasa, suka menggubah lagu, menggambar abstrak (interaksi dengan kecerdasan lainnya) dapat memanfaatkan kecerdasan imajinasinya dalam belajar. Melalui kecerdasan tertinggi individu akan dapat dengan cepat belajar.
Seorang bidan dapat membayangkan letak posisi bayi manakala melakukan pemeriksaan dengan rabaan atau pemeriksaan ke dalam. Peranan kecerdasan imajinasi ini sangat membantu dalam membuat gambaran di benak. Individu yang kurang kecerdasan imajinasinya tentunya mengalami kesulitan untuk membayangkan.
Tingginya kecerdasan ini, dapat pula dimanfaatkan untuk belajar. Individu yang tinggi kecerdasan imajinasinya disarankan belajar dengan membaca ringkasan terlebih dahulu sehingga tercipta di dalam benak gambaran apa yang akan dipelajarinya (aktivasi otak kanan). Kemudian ia membaca materi pelajaran dari awal.
Individu ini juga dapat menciptakan gambaran, ia belajar dengan cara membayangkan kejadian belajar dengan melakukan pengulangan sebelum tidur atau membawanya dalam mimpi. Tentunya setelah ia melakukan belajar dengan modalitas kecerdasan lainnya yang juga memiliki level cukup tinggi.
Apabila anda mengalami kesulitan, maka buatlah badan anda rileks dan lakukan kembali. Maka materi pelajaran yang anda pelajari akan muncul dengan sendirinya dalam benak anda. Awalnya akan terlihat dalam durasi yang pendek. Lakukan terus kebiasaan ini maka anda akan bisa menikmati cara belajar yang baru dengan durasi panjang. ... selamat mencoba.
Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution
Seorang bidan dapat membayangkan letak posisi bayi manakala melakukan pemeriksaan dengan rabaan atau pemeriksaan ke dalam. Peranan kecerdasan imajinasi ini sangat membantu dalam membuat gambaran di benak. Individu yang kurang kecerdasan imajinasinya tentunya mengalami kesulitan untuk membayangkan.
Tingginya kecerdasan ini, dapat pula dimanfaatkan untuk belajar. Individu yang tinggi kecerdasan imajinasinya disarankan belajar dengan membaca ringkasan terlebih dahulu sehingga tercipta di dalam benak gambaran apa yang akan dipelajarinya (aktivasi otak kanan). Kemudian ia membaca materi pelajaran dari awal.
Individu ini juga dapat menciptakan gambaran, ia belajar dengan cara membayangkan kejadian belajar dengan melakukan pengulangan sebelum tidur atau membawanya dalam mimpi. Tentunya setelah ia melakukan belajar dengan modalitas kecerdasan lainnya yang juga memiliki level cukup tinggi.
Apabila anda mengalami kesulitan, maka buatlah badan anda rileks dan lakukan kembali. Maka materi pelajaran yang anda pelajari akan muncul dengan sendirinya dalam benak anda. Awalnya akan terlihat dalam durasi yang pendek. Lakukan terus kebiasaan ini maka anda akan bisa menikmati cara belajar yang baru dengan durasi panjang. ... selamat mencoba.
Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution
Minggu, 07 Februari 2010
Multiple Intelligence dan Daya Ingat
Daya ingat seseorang dapat diidentifikasi melalui multiple intelligence by fingerprint analysis. orang mengingat dan menyimpan informasi di dalam otaknya berupa gambar dan bukan kata-kata. oleh karena itu kita lebih mudah mengingat wajah seseorang dibandingkan namanya. Seringkali kita merasa pernah bertemu dengan orang tersebut tetapi kita lupa akan namanya.
Oleh karena itu ada 2 kecerdasan yang berpengaruh dalam membantu individu untuk mengingat. Kecerdasan yang menciptakan gambar atau kecerdasan imajinasi dan kecerdasan visual yang mengingat dalam bentuk gambar. Individu yang kecerdasan imajinasi dan visualnya berada pada ranking 1 sampai dengan 7 adalah individu yang memiliki daya menyimpan informasi dengan jauh lebih baik.
Manakala kita diminta untuk melakukan visualisasi atas tujuan kita maka tidak semua orang bisa melakukan permintaan ini. Orang dengan daya imajinasi yang baik akan lebih mudah menciptakan gambaran mental di dalam benaknya. Individu ini juga dapat membayangkan bagaimana belajar suatu mata pelajaran yang telah dipelajarinya dan menciptakan di dalam mimpinya, seakan2 dia belajar berulang-ulang atas materi yang dipelajarinya. Bila anda tahu kecerdasan anda maka anda dapat memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengoptimalkan tindakan anda.
Lalu bagaimana dengan orang yang kecerdasan imajinasi dan visualnya tidak terlalu tinggi. Individu ini perlu memanfaatkan kecerdasan reasoningnya atau yang lebih tinggi dengan menggunakan asosiasi. Sehingga manakala ia melihat sesuatu maka ia menghubungkan dengan apa yang pernah dipelajarinya. Bagi seorang siswa maka untuk menghafalkan rumusan sinus cosinus... dapat menggunakan hukum pitagoras atau ia dapat mengingat angka 3 , 4, 5 bila rumusnya lupa.
Langkah lain bisa dibuat adalah dengan membuat catatan dan memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan persoalannya dengan tanpa menunda. Sesungguhnya yang membawa diri manusia sukses adalah kebiasaan yang diciptakannya melalui tindakan yang dilakukan berulang-ulang atau secara konsisten. Bukanlah yang sesekali yang engkau lakukan yang dapat membuat dirimu berbeda tetapi yang engkau lakukan setiap harilah yang menjadikan dirimu berbeda.
Salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution
Oleh karena itu ada 2 kecerdasan yang berpengaruh dalam membantu individu untuk mengingat. Kecerdasan yang menciptakan gambar atau kecerdasan imajinasi dan kecerdasan visual yang mengingat dalam bentuk gambar. Individu yang kecerdasan imajinasi dan visualnya berada pada ranking 1 sampai dengan 7 adalah individu yang memiliki daya menyimpan informasi dengan jauh lebih baik.
Manakala kita diminta untuk melakukan visualisasi atas tujuan kita maka tidak semua orang bisa melakukan permintaan ini. Orang dengan daya imajinasi yang baik akan lebih mudah menciptakan gambaran mental di dalam benaknya. Individu ini juga dapat membayangkan bagaimana belajar suatu mata pelajaran yang telah dipelajarinya dan menciptakan di dalam mimpinya, seakan2 dia belajar berulang-ulang atas materi yang dipelajarinya. Bila anda tahu kecerdasan anda maka anda dapat memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengoptimalkan tindakan anda.
Lalu bagaimana dengan orang yang kecerdasan imajinasi dan visualnya tidak terlalu tinggi. Individu ini perlu memanfaatkan kecerdasan reasoningnya atau yang lebih tinggi dengan menggunakan asosiasi. Sehingga manakala ia melihat sesuatu maka ia menghubungkan dengan apa yang pernah dipelajarinya. Bagi seorang siswa maka untuk menghafalkan rumusan sinus cosinus... dapat menggunakan hukum pitagoras atau ia dapat mengingat angka 3 , 4, 5 bila rumusnya lupa.
Langkah lain bisa dibuat adalah dengan membuat catatan dan memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan persoalannya dengan tanpa menunda. Sesungguhnya yang membawa diri manusia sukses adalah kebiasaan yang diciptakannya melalui tindakan yang dilakukan berulang-ulang atau secara konsisten. Bukanlah yang sesekali yang engkau lakukan yang dapat membuat dirimu berbeda tetapi yang engkau lakukan setiap harilah yang menjadikan dirimu berbeda.
Salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution
Langganan:
Postingan (Atom)