Halaman

Selasa, 29 Desember 2009

Multiple Intelligence, Kecerdasan Interpersonal

Multiple Intelligence dan Fingerprint Test

Multiple intelligence dapat diidentifikasi melalui fingerprint analysis. Hasil identifikasinya berupa ranking kecerdasan individu. Kecerdasan tertinggi diidentifikasi dengan urutan ranking 1 – 4. Individu yang memiliki kecerdasan pada ranking 1 -4 dikatakan sebagai individu berbakat pada kecerdasan tersebut.
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan individu dalam menjalin rekasi dengan orang lain. Individu yang cerdas secara interpersonal memiliki kemampuan untuk mempersepsikan dan menangkap perbedaan-perbedaan mood, tujuan, motivasi, dan perasaan-perasaan orang lain. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuan untuk membedakan berbagai tanda interpersonal.

Umumnya individu dinyatakan mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Ia mudah berinteraksi dengan orang lain. Adapun tanda gejala perilaku lainnya adalah :

• Pandai menunjukkan empati pada orang lain.
• Memiliki banyak teman.
• Dikagumi oleh teman-temannya.
• Dapat berteman dengan baik dengan orang-orang sebaya ataupun orang dewasa.
• Mampu bekerjasama dengan orang lain.
• Peka terhadap perasaan orang lain

Namun gejala kecerdasan tersebut kadang kala tak sesuai dengan realiti. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh karakter dalam diri individu. Fingerprint Analysis mampu mengidentifikasi karakter dan orang yang mengikuti fingerprint tes dapat mengukur sendiri tentang akurasi dari pengamatan seorang Analyst Fingerprint ketika membaca sidik jari. Analyst akan menyampaikan tentang karakter anda dalam menjalin relasi dengan orang lain.

Ada individu yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi tetapi gejala perilakunya nampak kurang pandai menjalin relasi. Sesungguhnya individu ini memiliki karakter lambat panas terhadap orang yang baru dikenalnya. Individu cenderung menyampaikan sesuatu yang ada disekitar untuk membuka pembicaraan. “hujan terus dalam minggu ini” pernyataan pembuka komunikasi ini disampaikan ketika sedang hujan pada hari itu.

Ia dikatakan cerdas interpersonal karena ia pandai memelihara relasi dengan orang yang telah dikenalnya. Individu ini tergolong sabar dalam mendengarkan komunikasi dari lawan bicaranya, meskipun kadang ia tak mengerti topik pembicaraannya. Reaksinya menunjukkan bahwa ia ingin mengharagi lawan bicaranya. Individu tergolong orang yang tak menyukai konflik terbuka dengan orang lain. Ia banyak mengalah dan lebih mengutamakan untuk menjaga harmoni dalam berhubungan. Kadang ia tak enak hati (jawa=sungkan) untuk berterus terang atas keperluannya, sehingga ia menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

Tabalong Kalimantan Selatan menyimpan kenangan tersendiri, karena memberikan sebuah contoh yang menambah keyakinan kami tentang akurasi fingerprint tes ini. Anak tersebut memiliki karakter dalam berinteraksi cenderung mengikuti pola yang pernah dialaminya. Ia tumbuh menjadi anak yang kurang inisiatif dalam bermain. Ia yang lebih tua 3 tahun dari adiknya, dalam kenyataannya dia mengikuti kemana adiknya memberikan perintah dalam permainan. Orang tuanya khawatir, tentang perkembangan anak tersebut. Namun setelah kami menyampaikan karakter bawaan dia maka orang tua dapat memahaminya. Manakala ia ditanyakan suatu perkalian 3 x 1 maka ia menggunakan jari-jemarinya untuk mengingatkan ia tentang hafalan perkalian yang diajarkan melalui tabel, padahal anak tersebut sudah menduduki kelas 5 SD. Karakter berpikirnya terpola terhadap apa yang diberikan kepadanya.

Adapula anak yang mudah sekali bergaul dengan berbagai kalangan. Sejak kecil ia mudah berkenalan dengan orang yang tak dikenalnya. Ia bahkan bersedia ikut pergi dengan orang yang tak dikenalnya. Anak dengan karakter ini sesungguhnya adalah anak yang berani memperkenalkan dirinya meskipun terhadap orang yang baru dikenalnya. Tipe ini adalah marketer sukses dibeberapa perusahaan. Oleh karena itu disamping informasi tentang kecerdasan, maka jauh lebih bermakna manakala kita tahu tentang karakter anak tersebut sehingga kita bisa mengembangkan potensinya secara optimal.

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal adalah :

• Mendorong anak untuk berani bertemu dengan orang lain, manakala menyelesaikan pembayaran di supermarket.
• Mendorong anak untuk mengunjungi teman-teman dan menciptakan kesempatan untuk berinteraksi dengan mereka.
• Mendorong anak untuk melakukan pengamatan terhadap bahasa tubuh dan ekspresi orang lain serta mendiskusikan tentang apa yang diamati dan makna dari bahasa tubuh tersebut sehingga ia menjadi peka terhadap perasaan dan emosi orang lain.
• Melakukan diskusi tentang karakter para pemain film setelah menonton film atau membaca buku.
• Mencari tokoh idola dan mengidentifikasikan mengapa anak menjadi individu menjadi idolanya.

Sedangkan pilhan karir yang dapat menjadi pilihan dia adalah : Marketing, Sosiolog, Politikus, Public Relation, Humas, Pelayanan Pelanggan, Konsultan.

Demikian info yang dapat kami sharingkan, mengenai multiple intelligence dan fingerprint test moga bermanfaat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Multiple Intelligence, Kecerdasan Intrapersonal


Multiple intelligence dan karakter

Multiple intelligence mengakui bahwa setiap orang memiliki banyak kecerdasan atau kecerdasan jamak. Howard Gardner menyampaikan ada 8 kecerdasan manusia berdasar atas observasinya terhadap individu sukses dalam kehidupannya. Ada individu yang memiliki kemauan kuat dan dengan ketekunannya ia bisa mencapai apa yang dicita-citakan. Individu ini memiliki kecerdasan Intrapersonal yang kuat.

Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja dari karakter dan kepribadian. Suatu kemampuan untuk manajemen diri, kekuatan konsistensi dalam melakukan sesuatu, kepercayaan diri, memahami perasaan, ide-ide pribadi, dan pemahaman tentang diri sendiri.

Individu yang tinggi kecerdasan intrapersonalnya, ia memiliki kemampuan untuk memahami emosi, tujuan dan maksud pribadi. Individu ini memiliki ciri perilaku dengan kemauan yang kuat. Ia cenderung mempertahankan pendapatnya dan tak mudah menyerah bila memiliki suatu keinginan yang kuat. Individu seringkali berbicara dengan dirinya sendiri. Pernyataan yang sering dibicarakan ketika melakukan pembicaraan internal adalah “saya harus .....” atau “ saya seharusnya...”.

Bila kecerdasan ini dominan maka individu suka merenung dan berbicara sendiri. Ia menyukai untuk bekerja sendiri. Umumnya untuk anak pada jaman saat ini, mereka cenderung sibuk dengan laptop atau komputernya. Mereka betah berinteraksi dengan media komunikasi internet atau bermain sendiri. Individu ini tergolong perfectionist, dan bila kurang mendapatkan pelatihan atau berorganisasi maka cenderung mengalami kesulitan untuk mendelegasikan tugas. Ia lebih cenderung percaya atas kemampuan diri dan hasil kerjanya sendiri.

Bila kecerdasan ini berada pada ranking 1 dan selisih selnya cukup banyak dengan kecerdasan lainnya maka individu cenderung tertutup. Tanda atau gejala perilakunya adalah : menjawab pertanyaan dengan jawaban pendek atau sebatas yang ditanyakan, seringkali mengutarakan dengan jawaban “ tidak tahu”, “lupa” atau “ ya biasa-biasa aja”. Individu yang sangat introvert perlu mendapatkan perlakuan khusus dari orang tuanya dimana menumbuhkan sistem kepercayaan dalam interaksinya dengan anaknya. Penghargaan atas kejujuran sangat membantu anak untuk dapat menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya. Bukankah kejujuran jauh lebih penting dalam menghantarkan individu untuk sukses dibandingkan dengan ketrampilan, keahlian dan kepandaian. Melalui penghargaan atas kejujuran maka anak belajar untuk terbuka dan menyampaikan keluhan atau masalahnya sehingga dimasa dewasa anak dapat mempercayai orang lain sebagai metode katarsis atas permasalahannya.

Banyak kasus penyimpangan perilaku seperti pelaku bom bunuh diri selalu diidentifikasikan sebagai orang yang sangat tertutup. Sesungguhnya kalau orang tua bisa memahami bahwa putranya adalah introvert sejak dini maka mereka dapat mempersiapkan diri untuk membangun sikap untuk berterus terang bila ada permasalahan. Analisa sidik jari mampu membantu dalam mengidentifikasi anak dan menyampaikan gradasi tentang level introvert individu. Oleh karena itu sikap saling terbuka dalam keluarga perlu dibangun dengan pondasi yang kuat. Sikap otoriter orang tua terhadap anak yang introvert menumbuhkan sikap yang tak mau berterus terang pada diri anak.

Gejala perilaku yang nampak pada anak dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi adalah :

- Memiliki kemauan yang kuat bahkan ada sebagian yang cenderung keras kepala (fingerprint analysis mampu mengungkap dan mengidentifikasi perilaku ini ).
- Suka berbicara pada diri sendiri dengan fokus pada dirinya sendiri.
- Mampu untuk mengekspresikan kesukaan dan ketidak sukaan yang kuat.
- Dapat mengkomunikasikan perasaan-perasaannya.
- Sadar akan kekuatan dan kelemahannya.
- Percaya atas kemampuan dirinya.
- Pandai dalam memahami dirinya sendiri.

Disamping informasi tentang kecerdasan maka informasi mengenai karakter intrapersonal individu perlu diketahui. Bukankah individu yang dapat memahami dirinya maka memiliki peluang jauh lebih baik dalam mengembangkan potensi dirinya. Ada individu yang memiliki karakter lebih mengutamakan sasaran yang perlu dicapai. Individu ini cenderung menyatakan dalam dirinya bahwa “ bila dia bisa maka saya juga harus bisa”. Dalam bekerja individu ini meminta target yang harus dicapai jelas. Dan ia mudah menjadi stress dan kurang bisa menerima manakala ada prosedur kerja yang tidak disampaikan dan berakibat pada pencapaian yang kurang memuaskan. Karakter negatifnya, ia juga menuntut orang lain bisa menjadi seperti dirinya. Tentunya bimbingan orang tua dibutuhkan untuk mengendalikan karakter negatifnya.

Berbagai cara dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal yaitu :

- Mencari arti sebuah nama. Anak perlu diperkenalkan oleh orang tuanya tentang mengapa ia diberi nama demikian. Tentunya harapan orang tua juga bisa disampaikan melalui arti nama yang diberikan.
- Mengajak anak untuk membuat buku diary ( buku harian ), sehingga ia bisa menuangkan apa yang dipikirkannya kedalam buku tersebut. Manakala ia menuangkan dalam tulisan maka ia juga bisa melakukan introspeksi atas tindakannya.
- Bertanya kepada anak tentang pendapatnya, mengenai dirinya sendiri seperti kesukaannya, ketidaksukaannya, kekuatan dan kelemahannya.
- Mengajarkan anak untuk mengambil keputusannya sendiri, terutama bagi anak yang memiliki karakter tak bisa disuruh atau diperintah.
- Mendorong untuk mengingat prestasi – prestasinya untuk mendapatkan motivasi yang berkelanjutan.
- Teknik “self talk” sangat sesuai untuk anak dengan kecerdasan intrapersonal
yang tinggi dan dominan untuk kecerdasan tersebut.
- Menolong anak untuk dapat mengekspresikan perasaan-perasaan dan emosinya.
- Menentukan cita-cita bersama anak.

Demikian yang dapat kami sharingkan, moga bisa mendatangkan manfaat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Senin, 28 Desember 2009

Multiple Intelligence, Kecerdasan Bahasa


Pentingnya memahami multiple intelligence dan karakter.

Anak yang memiliki multiple Intelligence dengan dominasi kecerdasan bahasa tentunya tergolong anak yang tidak menemui banyak kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah. Kecerdasan logika – matematika dan bahasa merupakan kecerdasan di sekolah. Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi dapat cepat tanggap ketika memperoleh penjelasan dari gurunya. Anak demikian cenderung meremehkan pelajaran yang diterimanya karena ia dapat dengan cepat memahami pelajaran ketika belajar. Pernyataannya “ gampang mama, adik dah bisa kog”, ketika di suruh belajar.

Kecerdasan bahasa adalah kemampuan dan kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks. Termasuk dalam hal ini meyakinkan, menyampaikan informasi baik lisan maupun tertulis serta memberikan semangat pada orang lain. Tanda atau gejala perilaku yang nampak pada anak dengan kecerdasan verbal yang tinggi adalah :

- Suka berbicara dan bercerita.
- Suka korespondensi dan berdebat.
- Suka mendengarkan orang lain dan suka bertanya.
- Memiliki kosa kata yang baik.
- Mudah menirukandengan cepat dialek suatu daerah
- Dapat mempelajari bahasa baru ( asing ) dengan mudah.
- Suka bermain dengan kata-kata : permainan kata dan sajak atau berpuisi.
- Suka membaca dan Menulis.
- Umumnya nilai pelajaran bahasa Inggris atau mandarinnya baik.
- Pandai dalam mengingat nama-nama, tempat, tanggal dan hal sepele.

Disamping mengetahui level kecerdasan verbal anak, maka hal yang lebih penting lagi adalah karakter bicara anak. Ada individu yang cenderung “berbicara to the point”. Ia menghendaki efisiensi dalam berbicara. Individu ini cenderung menyukai situasi formal dalam berbicara. Ia lebih menyukai bicara dengan persiapan lebih dulu. Tergolong orang yang berbicara runtut dan pembicaraannya membuat orang lain jelas. Ia lebih suka dan cenderung mudah berbicara manakala diberikan data.

Berdasar atas analisa sidik jari juga ada individu yang karakter berbicaranya melompat-lompat. Seringkali pembicaraannya belum selesai dan berpindah topik yang lain manakala terbersit dalam pikirannya topik lainnya. Individu ini membuat orang lain kurang paham atas pembicaraannya. Manakala ia menjual suatu produk atau jasa maka ia memiliki kecenderungan untuk menjelaskan seluruh detail produk atau jasa tersebut termasuk tentang kelebihan dan kelemahannya. Individu ini perlu berbicara point pokok saja dan berlatih untuk berbicara dengan sebuah panduan.

Cara untuk meningkatkan kecerdasan verbal adalah dengan cara :

- Berbicara dengan bahasa dewasa ketika berinteraksi dengan anak.
- Menambah kosakata dengan pembicaraan keseharian sehingga anak mampu
menanggapi suatu cerita atau pembicaraan.
- Memberikan dongeng, bercerita atau membacakan buku sebelum tidur.
- Mendorong anak untuk membaca dan memiliki tempat membaca di rumah.
- Belajar atau kursus bahasa asing dan berbicara dalam kesehariannya dengan
bahasa tersebut.
- Mendorong anak untuk mengungkapkan pandangannya sendiri.
- Mengikut anak untuk belajar menjadi presenter dan mendorong anak untuk
mengikuti lomba debat atau presentasi.

Dalam mengikutkan anak untuk belajar bahasa asing maka ada anak yang memiliki kemampuan untuk belajar lebih dari 2 bahasa dan ada anak yang perlu belajar satu persatu. Oleh karena itu informasi mengenai kapasitas otak diperlukan untuk mengarahkan individu ini. Suatu ungkapan yang dinyatakan oleh orang tua, “ anak saya pandai dalam belajar bahasa Inggris dan Mandarin, sedangkan anak teman saya hanya nilai bahasa Inggris nya yang baik sedangkan nilai Bahasa Mandarinnya kurang baik. Anak dengan kapasitas otak yang kecil juga memiliki kepandaian tetapi ia perlu belajar untuk segera menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya. Anak demikian mudah stress bila banyak masalah yang belum diselesaikannya.

Sedangkan karir yang tepat untuk individu dengan kecerdasan verbal adalah : Penceramah, Wartawan, Penulis, Guru bahasa, Pengacara, Editor, Pelawak, ahli debat professional, penterjemah, pembawa acara.

Demikian yang dapat kami sharingkan, mudah2an dapat mendatangkan manfaat.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.
Executive Partner Smart Business Solution.

multiple Intelligence, Kecerdasan Logika Matematika


Pentingnya memahami multiple intelligence dan karakter.

Multiple intelligence merupakan suatu pengakuan bahwa setiap anak cerdas, mereka memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan merupakan kecerdasan yang tertinggi atau seringkali di sebut sebagai bakat. Sedangkan kelemahan merupakan kecerdasan terendahnya. Individu yang memiliki kecerdasan logika matematika rendah, bisa dilatih untuk dapat mencapai nilai yang baik dibidang matematika. Namun berkaitan dengan logika, maka sulit dikembangkan dengan suatu latihan. Anak yang kecerdasan logika metematikanya rendah, kurang menyukai soal yang berkaitan dengan logika. Soal dalam bentuk cerita seringkali menurut pandangannya ,menyesatkan dan kurang praktis, mereka umumnya benci soal ini. Mereka dapat mengerjakan ketika diberikan contoh soal yang banyak. Karena manakala soalnya sedikit berbeda mereka tak bisa mengerjakannya. Setelah lulus sebagai sarjana, mereka juga mengalami kesulitan mengerjakan soal logika kelas 5 SD, hal ini menandakan mereka bisa mengerjakan soal tersebut karena hafal bukan mengerti dan memahami alur logikanya.

Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan untuk meneliti pola-pola, kategori-kategori dan hubungan-hubungan dengan cara memanipulasi obyek-obyek atau simbol-simbol dan mencobanya dengan cara yang terkontrol dan mengikuti urutan logis. Kecerdasan ini juga merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara deduktif atau induktif, mengenali dan memanipulasi pola-pola abstrak dan hubungan-hubungan abstrak.

Individu yang dominan pada kecerdasan ini, menunjukkan gejala perilaku yaitu :

- Menyukai matematika atau obyek sains
- Cenderung mengajukan pertanyaan dan berusaha mencari jawabannya sendiri.
- Suka memahami hukum alam dan kejadian-kejadian di lingkungan untuk dijadikan
dasar sebagai pemecahan atas suatu permasalahan.
- Memperhatikan atas kekurangan penjelasan logika yang dikemukakan oleh orang
lain ketika berbicara dengannya.
- Suka bermain permainan yang memerlukan banyak strategi seperti catur atau
teka-teki.

Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua anak yang menyukai matematika memiliki kecerdasan logika matematika yang tinggi. Rasa senang juga dapat dibentuk melalui stimulasi lingkungan. Suatu hal yang wajar manakala individu menguasai ketrampilan tertentu atau mendapat nilai yang baik dalam mata pelajaran matematika, ia tentunya cenderung menyukai matematika. Oleh karena itu gejala perilaku diatas harus nampak seluruhnya pada perilaku individu. Seorang anak menyukai pelajaran matematika dan mendapat nilai baik tetapi setelah diidentifikasi dengan tes sidik jari maka dapat diketahui bahwa kecerdasan logika matematikanya tidak terlalu tinggi. Sang mama juga menyatakan bahwa anaknya harus diberi contoh atau latihan soal yang banyak. Manakala soalnya berbeda dia mengalami sedikit kebingungan menyelesaikannya.

Bila anak memiliki kecerdasan yang tinggi di logika matematika maka beberapa cara berikut dapat menjadi latihan yang mampu meningkatkan kecerdasannya. Latihan tersebut adalah :

- Bermain dengan menggunakan logika dan strategi, seperti permainan monopoli,
catur,dll.
- Membimbing dan mengarahkan anak untuk mengemukakan pendapat dan kritik atas
suatu kejadian yang dialami atau diketahuinya. Memberikan kritik atas cerita
atau film.
- Mempelajari program atau mengikuti lomba matematika dan ilmu pengetahuan.
Berkunjung ke planetariun dan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Mendiskusikan dan melakukan penyelidikan masalah-masalah ilmu pengetahuan.
- Mengikut sertakan anak dengan angka-angka dalam kehidupan kesehariannya,
serta berlatih berhitung cepat dan menghitung uang kembalian yang harus
diterimanya.
- Daftarkan untuk mengikuti latihan aritmatika atau kursus robotik.
- Belajar untuk menggunakan komputer dan software sederhana.
- Dorong anak untuk lebih peka di dalam kegiatan sehari-hari serta berikan dia
kesempatan untuk berpikir dan mengambil kesimpulan atas suatu permasalahan.

Tentunya latihan ini juga dapat diikuti oleh anak yang kurang cerdas logika matematikanya tetapi bagi anak yang cerdas porsi latihan dapat ditambahkan. Hal ini karena kecerdasan dan latihan ini dibutuhkan agar anak tidak mengalami kesulitan belajar di sekolah yang menyebabkan ia merasa kurang percaya diri.

Sedangkan pilihan karir bagi individu dengan kecerdasan logika matematika adalah : Akuntan, ahli statistik, analis data, Auditors, Guru Matematika, Pengacara, Peneliti Ilmu Pengetahuan, Tenaga Professional Medis, Programmer komputer.

Demikian yang bisa kami sharingkan, mudah2an dapat dipahami dengan baik.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.
Executive Partner Smart Business Solution.

Minggu, 27 Desember 2009

Multiple Intelligence


Multiple intelligence dan karakter

Multiple Intelligence suatu pengakuan bahwa setiap orang adalah cerdas. Ranking Kecerdasan dalam Multiple Intelligence yang menentukan kecerdasan atau bakat individu. Adapun Multiple Intelligence tersebut adalah :

1. Kecerdasan Logika Matematika

adalah kemampuan untuk meneliti pola-pola, kategori-kategori dan hubungan-hubungan dengan cara memanipulasi obyek-obyek atau simbol-simbol dan mencobanya dengan cara yang terkontrol dan mengikuti urutan logis. Kecerdasan ini juga merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara deduktif atau induktif, mengenali dan memanipulasi pola-pola abstrak dan hubungan-hubungan abstrak.

2. Kecerdasan Bahasa

adalah kemampuan dan kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks. Termasuk dalam hal ini meyakinkan, menyampaikan informasi baik lisan maupun tertulis serta memberikan semangat pada orang lain.

3. Kecerdasan Intrapersonal

adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja dari karakter dan kepribadian. Suatu kemampuan untuk manajemen diri, kekuatan konsistensi dalam melakukan sesuatu, kepercayaan diri, memahami perasaan, ide-ide pribadi, dan pemahaman tentang diri sendiri.

4. Kecerdasan Interpersonal

Adalah kemampuan untuk memahami, menjalin relasi, berkomunikasi dengan orang lain. Mampu memperhatikan tujuan, maksud, motivasi orang lain. Mereka peka terhadap emosi, perasaan dan temperamen orang lain. Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dalam kelompok dan mampu berkomunikasi secara efektif serta mudah beremphati pada orang lain. Lebih mudah belajar ketika berada pada situasi kelompok.

5. Kecerdasan Musik

Adalah kemampuan untuk mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian dapat memproduksinya. Suatu kemampuan untuk menikmati. Menampilkan dan membuat gubahan lagu / musik. Termasuk kepekaan dalam menentukan nada, irama, dan merespon elemen-elemen tersebut secara emosional atau tersirat.

6. Kecerdasan Naturalis

Suka mengamati, mengenali, berinteraksi dan peduli dengan obyek alam, tanaman atau hewan. Mampu mengenali pola diantara spesies. Senang memelihara tanaman, hewan. Suka menggunakan teleskop, mikroskop, komputer untuk mempelajari suatu organisme. Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.

7. Kecerdasan Visual Spatial

Adalah kemampuan untuk melihat dan membayangkan bentuk dari sebuah benda, dan untuk melihat serta menciptakan perbedaan, keseimbangan, keselarasan dan komposisi didalam tayangan visual atau ruang. Kemampuan untuk menciptakan gambaran visual / ruang dari realita dan mentransfer gambaran tersebut secara abstrak atau konkrit.

Dalam tes sidik jari, dibedakan antara kecerdasan visual yang merupakan kepekaan terhadap pengamatan ruang dan mampu memproduksinya dalam bentuk 2 dimensi. Sedangkan kecerdasan spatial, lebih merupakan kecerdasan imajinasi yaitu menggambarkan atau menciptakan gambaran abstrak dan 3 dimensi. Memahami Kecerdasan imajinasi yang juga dapat berinteraksi dengan kecerdasan lainnya, sehingga ada seorang koki yang sulit menjadi chef karena tak bisa menciptakan resep. Orang yang memiliki imajinasi tinggi adalah peka terhadap rasa. Kecerdasan imajinasi sebagai kecerdasan ke 8 dalam sidik jari.

9. Kecerdasan Kinestetik / Gerak

Kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh secara trampil berkaitan dengan motorik kasar atau halus. Termasuk disini dalam mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani obyek. Trampil dalam olahraga, seni peran, drama dan membuat barang-barang seni atau kerajinan. Memiliki kontrol yang baik pada gerakan keseimbangan, ketangkasan dan keanggunan dalam bergerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.

Dalam analisa tes sidik jari, kecerdasan gerak tubuh atau physical expression dibedakan dengan kecerdasan jari jemari. Individu yang cerdas gerak tubuh cenderung menyukai banyak gerak dan tak bisa diam. Sulit untuk berkonsentrasi atau konsentrasinya pendek. Belajar dengan cara memainkan peran atau memperagakan jauh lebih optimal. Sedangakan individu yang cerdas jari, lebih menyukai belajar dengan cara menulis atau menyimpulkan apa yang dipejarinya. Tangannya terampil untuk menggambar, membuat barang seni atau kerajinan tangan. Kecerdasan Jari ( trampil tangan ) merupakan kecerdasan ke 10 dalam analisa sidik jari.

Multiple Intelligence mengungkap 8 kecerdasan atau 10 kecerdasan? Bila anda mengikuti tes sidik jari maka tentunya yang dilaporkan adalah 10 kecerdasan sesuai dengan jumlah jarinya. bukankah mengetahui lebih detail, maka kita akan jauh dapat memahami diri kita.

Sekian yang dapat disampaikan,

Salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Multiple Intelligence dan Sidik Jari


Multiple Intelligence dan Sidik Jari

Pada awal tahun 1980-an, Profesor bidang Pendidikan, Howard Gardner dari Harvard University mengemukakan teori kecerdasan majemuk. Ia menyatakan bahwa cara tradisional memandang kecerdasan berdasarkan tes IQ, sangatlah terbatas. Sebaliknya ia memberikan pandangan tentang delapan kecerdasan dimana setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda. Teori ini membuktikan bahwa tak ada anak yang tak cerdas. Setiap anak memiliki kecerdasan, tetapi dominasi kecerdasannya berbeda.

Kecerdasan tersebut adalah : kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan visual ruang, kecerdasan kinestetis, kecerdasan naturalis. Ke delapan kecerdasan ini tak berdiri sendiri tetapi saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Variasi ranking kecerdasan dan interaksinya menggambarkan tentang diri individu, sehingga setiap individu menjadi berbeda. Implikasi bagi metode belajar mengajar seharusnya difokuskan pada kecerdasan tertentu dengan menggunakan gaya pengajaran yang tepat sesuai potensi kecerdasan anak didik. Oleh karena itu penaksiran kemampuan seharusnya mengukur semua bentuk kecerdasan, bukan hanya terfokus pada bahasa dan logika.

Pada abad ke 19,Paul Brocca menemukan area pusat produksi kemampuan bicara berada pada area frontal lobes yang dikenal sebagai area brocca di otak bagian kiri. Individu yang mengalami Brocca’s aphasia dan Wernicke’s aphasia akan menga;ami gangguan pada kemampuan bicaranya. Hal ini membuktikan bahwa pusat kemampuan bahasa berada pada otak sebelah kiri.

Pembuktian berikutnya dilakukan oleh Roger Sperry dan Koleganya pada tahun 1960. Penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan fungsi dan tugas antara otak kanan dan kiri. Otak kiri memiliki fungsi untuk verbal, pemahaman logis, faktual dan analisis. Sementara itu otak kanan memiliki fungsi yang berkaitan dengan persepsi ruang, musik, kreatifitas dan emosi. Otak kanan berhubungan dengan tangan kiri dan otak kiri berkaitan dengan tangan kanan.Hasil penemuan inilah yang mengantarkan Roger W.Sperry mendapat hadiah nobel pada tahun 1981.
Penemuan berikutnya dilakukan Dr Rita Levi Montalcini (peraih Nobel Prize, bidang neurologi, 2003) dan Dr Stanley Cohen dimana mereka menemukan adanya korelasi antara NGF ( Nerve Growth Factor ) dan EGF ( Epidermal Growth Factor ). Korelasi antara NGF dan EGF adalah :
• Fingerprint pada ibu jari berkorelasi dengan bagian otak Prefrontal.
• Fingerprint pada Telunjuk berkorelasi dengan bagian otak Frontal.
• Fingerprint pada Jari Tengah berkorelasi dengan bagian otak Parietal.
• Fingerprint pada Jari Manis berhubungan dengan bagian otak Temporal.
• Fingeprint pada Jari Kelingking berhubungan dengan bagian otak Occipital.

Karena identifikasi multiple intelligence dilakukan melalui sidik jari maka berarti ada 10 kecerdasan bukan hanya 8 kecerdasan. Hal ini dapat dipahami karena kecerdasan visual diukur berdasar pengamatan perilaku sehingga dinyatakan sebagai visual spatial. Dalam sidik jari maka kecerdasan ini merupakan interaksi kecerdasan visual 2 dimensi dan kecerdasan imajinasi atau kemampuan melihat ruang. Oleh karena itu,tidak semua anak yang bisa menggambar sesuai untuk pemilihan jurusan studi sebagai arsitek. Kita juga dapat melihat bahwa ada anak yang bisa menggambar dengan melihat alam, ada yang menggambar alam berdasarkan foto, ada lainnya yang suka menggambar abstrak, ada yang mampu menggambar 3 dimensi. Tentunya melalui analisa sidik jari hal ini dapat diidentifikasi dengan tepat.

Kecerdasan kinestetik dapat diidentifikasi melalui 2 kecerdasan yaitu kecerdasan gerak tubuh dan kecerdasan gerak jari jemari. Memang pada anak usia dini perbedaan perilaku antara anak yang dominan kecerdasan tubuhnya dan jemarinya tidak terlalu nampak sehingga diidentifikasi sebagai kecerdasan kinestetik atau sensory. Pada usia 10 tahun keatas ( atau sebagian ada yang menunjukkan perbedaan diatas 12 tahun), maka ada sebagian anak yang dikenal tak bisa diam atau banyak bergerak mulai menunjukkan penurunan gerakkan tubuhnya tetapi lebih banyak di dominasi oleh gerakkan jemarinya. Anak yang cerdas atau trampil menggunakan jemarinya adalah anak yang pandai membuat barang kerajinan tangan. Oleh karena itu menurut gejala perilakunya maka ada 8 kecerdasan majemuk pada diri individu.

Kadang dalam melihat gejala perilaku kita juga bisa mengidentifikasi kecerdasan anak yang menonjol. Manakala ada seoarang anak yang mendengar musik langsung menggerak-gerakkan kaki atau tangannya mengikuti irama musik. Tanda atau gejala ini menandakan anak memiliki kecerdasan musik yang cukup tinggi. Oleh orang tuanya, anak tersebut di kursuskan piano dengan alasan agar otak kanan dan kirinya seimbang. Namun setelah 4 tahun mengikuti kursus tersebut, sang anak tidak menunjukkan kemajuan yang berarti dibandingkan rekan di kelasnya. Memang biaya kursusnya terbilang tidak terlalu tinggi menurut ukuran orang tuanya yaitu Rp 350.000,-. Tetapi bila dihitung waktu dan biaya selama periode 4 tahun, maka biaya tersebut terbilang besar yaitu 4 x 12 x 350.000 = Rp. 16.800.000,-.

Akhirnya sang mama mengikut sertakan anaknya untuk mengikuti tes sidik jari. Berdasar atas hasil analisa, diidentifikasi anak tersebut memang memiliki kecerdasan musik yang tinggi. Namun karena kecerdasan dexteritynya lemah maka anak cenderung kurang trampil dalam menggunakan jemarinya. Dibutuhkan waktu yang lebih banyak dan belajar secara konsisten untuk bisa menguasai ketrampilan memainkan tuts piano. Sang anak bisa menjadi stress karena tak cepat menguasai ketrampilan tersebut. Gejala nampak ketika disampaikan informasi ini, ekspresi wajahnya menunjukkan ketidak setujuan atas desakan orang tuanya bermain piano.

Hal ini tentu dapat dipahami dengan gejala perilaku yang nampak yaitu ada orang yang senang menikmati musik, tetapi tidak semua yang cerdas musik bisa menyanyi dengan baik. Adapula orang yang pandai bermain musik tetapi tak bisa mengarang lagu. Ada pengarang lagu tetapi tak pandai menyanyi. Hal ini juga ditentukan oleh interaksi antar kecerdasannya. Dalam sessi konsultasi seringkali interaksi ini disampaikan dan berikut gejala perilaku yang nampak pada saat ini.

Demikian yang bisa kami sharingkan tentang multiple intelligence dan tes sidik jari, mudah2an dapat menambah wawasan bagi pembaca.

Salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Rabu, 23 Desember 2009

Tes Sidik Jari


Sidik Jari
dan Kecerdasan.

Banyak jasa yang menawarkan Tes Sidik Jari. Memang Penelitian mengenai Sidik Jari sudah cukup lama dilakukan yaitu seratus tahun yang lalu. Francis Galton pada tahun 1892 melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa sidik jari unik dimana setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda. Sedangkan Sidik Jari bersifat tetap dan tak pernah mengalami perubahan. Manakala terluka maka ia akan tumbuh kembali. Oleh karena itu Sidik Jari di gunakan sebagai identitas diri.

Penelitian Sidik Jari menjadi terbuka ketika melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roger W.Sperry, pemenang Nobel tahun 1981, menemukan tentang “ functional specialization of the cerebral hemisphere”. Otak kanan berhubungan dengan tangan kiri dan Otak kiri berhubungan dengan tangan kanan. Otak kanan dan kiri juga memiliki fungsi berbeda. Otak kiri memiliki kecenderungan yang mengarah pada keteraturan, menyukai hal –hal yang realistis, logika dan berkaitan dengan kemampuan pemahaman dalam membaca data statistik. Sedangkan Otak kanan lebih berkaitan dengan Abstraksi dan Emosi.

Penemuan berikutnya dilakukan Dr Rita Levi Montalcini (peraih Nobel Prize, bidang neurologi, 2003) dan Dr Stanley Cohen dimana mereka menemukan adanya korelasi antara NGF ( Nerve Growth Factor ) dan EGF ( Epidermal Growth Factor ). Korelasi antara NGF dan EGF adalah :

• Fingerprint pada ibu jari berkorelasi dengan bagian otak Prefrontal.
• Fingerprint pada Telunjuk berkorelasi dengan bagian otak Frontal.
• Fingerprint pada Jari Tengah berkorelasi dengan bagian otak Parietal.
• Fingerprint pada Jari Manis berhubungan dengan bagian otak Temporal.
• Fingeprint pada Jari Kelingking berhubungan dengan bagian otak Occipital.

Penelitian mengenai sidik jari dilanjutkan dengan melibatkan psikolog dan peneliti bidang ilmu sosial. Pengumpulan guratan sidik jari yang sama dan hasil tes yang memiliki korelasi kuat di jadikan dasar untuk menilai karakter bawaan individu. Sedangkan hasil yang berbeda dan lemah korelasinya di pilahkan dan diidentifikasi sebagai faktor pengaruh lingkungan. Oleh karena itu bila sidik jari anda Ulnar loop ( lihat gambar, pada artikel lainnya pada www.reksaboeana.blogspot.com ) di kiri dan kanan kelingking anda maka anda cenderung memiliki tipe karakter yang tak mengetahui arah. Anda lebih banyak mengingat tanda-tanda yang ada di lingkungan manakala anda bepergian. Individu ini seringkali mengalami kebingungan manakala tanda-tanda di lingkungan tersebut telah berubah. Karakter bawaan ini cenderung tetap sampai individu dewasa.

Tes Sidik Jari dan kecerdasan yang diukur memiliki akurasi yang tinggi. Namun anda perlu berhati-hati dalam memilih tes sidik jari. Ada beberapa tes sidik jari yang mengukur guratan Tented Arch ( TA dalam bahasa analyst fingerprint) dan Simple Arch ( SA ) dengan pengukuran yang berbeda. Sehingga manakala disimpulkan individunya sebagai orang yang mudah bergaul ternyata individu tersebut kurang pandai bergaul. Seorang ibu mengikuti tes sidik jari di bandung kemudian mengikuti tes ulang ditempat kami. Ia tak memiliki banyak teman, cenderung lambat dalam memulai interaksi, namun ia memiliki tingkat kedalaman dan perhatian terhadap orang yang dikenalnya. Sesungguhnya model Tented Arch tidak dapat diukur dan tingkat kecerdasannya ditentukan murni oleh faktor lingkungan. Individunya tergolong orang yang sangat dipengaruhi oleh apa yang dipelajarinya.

Suatu kasus menarik, kami temukan di Tabalong Kalimantan Selatan dimana ke 4 sidik jari anak tersebut adalah Tented Arch. Anak pertamanya ini kurang memiliki inisiatif. Manakala ia bermain ia justru mengikuti permainan yang dilakukan adiknya yang 3 tahun lebih muda. Ia tergolong sabar dan ketika mendapatkan nilai ulangannya cenderung menyembunyikan dari orang tuanya. Ia juga suka melihat hasil ulangan adiknya dan mempelajari materi soal adiknya dan bukan pelajaran dia sendiri. Memang individu yang demikian selalu berorientasi tentang masa lalu. Kata yang sering diucapkan adalah dulu. Prestasi yang selalu dijadikan dasar bertindak saat ini adalah menyamakan dengan apa yang telah dicapainya di masa lalu. Ia cenderung orang yang prosedural. Tipe ini tak banyak memiliki teman tetapi ia dekat sekali dengan teman yang dikenalnya.

Langkah perbaikan diberikan pada saat konsultasi, dimana individu dengan tipe karakter ini memiliki karakter kecerdasan seperti spon. Menyerap apa saja yang diterimanya. Ia kurang memiliki alternatif manakala melakukan tindakan karena apa yang diperoleh adalah apa yang dipantulkannya dalam perilakunya. Oleh karena itu disarankan tipe ini diberikan saran belajar multiple learning. Hal terpenting adalah memahami potensi diri lebih dulu sehingga kita bisa mengoptimalkan potensi kita jauh lebih baik.

Akurasi tes dapat diukur dengan karakter yang disampaikan melalui hasil tes sidik jari. orang tua dapat pula mengukur akurasinya dengan menanyakan pada analyst fingerprint. Setelah tes melakukan tes sidik jari, anda juga dapat mengukur gejala kecerdasan anak tersebut sesuai dengan tingkat kecerdasan berdasar hasil tes sidik jari.
Demikian yang dapat kami sharingkan tentang sidik jari dan kecerdasan, moga bisa banyak membantu para pembaca.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.
Executive Partner Smart Business Solution.